Jakarta,Selular.ID-Sudah diketahui bahwa LG mobile akan mengenalkan smartphone layar lipat, dan diperiirakan akan hadir tahun depan.

Bahkan, untuk saat ini LG juga telah mengantongi merek dagang baru untuk ponsel terbarunya.

Dilansir Engadget, pada 21 November, LG mengajukan permohonan untuk tiga pendaftaran nama merek di Kantor Kekayaan Intelektual Uni Eropa (EUIPO).

Ketiga nama tersebut yakni Flex, Foldi dan Duplex. Nama-nama tersebuut dikategorikan di Kelas 9, yang mencakup ponsel pintar.

Sehingga LG memiliki wewenang untuk menamai ponsel lipatnya menjadi salah satu dari tiga nama tersebut. Bahkan tak hanya ponsel lipat, melainkan semua perangkat masa depan perusahaan apa pun yang dibuatnya.

BACA JUGA:
LG Akan Kenalkan G8 di MWC 2019, Ini Spesifikasinya

Kabarnya LG akan segera mengumumkan ponsel layar lipatnya. Tepatnya pada ajang Consumer Electronics Show (CES) di Las Vegas pada 8-11 Januari 2019 mendatang.

Seperti diketahui, faktor desain dibutuhkan dalam industri smartphone. Selain bisa memiliki perbedaan dari brand lain, desain berbeda akan menjadi terobosan bagi brand itu sendiri.

LG sendiri kian serius mengararap smartphone layar lipat, LG sendiri sudah mempatenkan desain itu.Paten perangkat tersebut diajukan bersamaan dengan US Patent and Trademark Office pada akhir 2017, dan dijelaskan sebagai mobile terminal.

BACA JUGA:
LG G5 dan LG V20 Terancam Tidak dapat Update Keamanan

Paten tidak menggambarkan bagaimana pengguna akan berinteraksi dengan perangkat semacam itu.

Tampaknya tampilan yang dapat dilipat adalah tren yang membuat pembuat smartphone benar-benar mencoba untuk memecahkannya.

Dijelaskan bahwa body smartphone dilengkapi dengan layar fleksibel, salah satu sisi dapat dilipat menjadi dua bagian berkat empat engsel yang terkoneksi mirip dengan engsel pada Microsoft Surface Book.

BACA JUGA:
LG Akan Kenalkan Smartphone Flagship dengan Kode Nama Alpha

Ponsel ini kabarnya memiliki dua mikrofon, pengeras suara ganda, dan antena ganda. Salah satu kamera akan ditempatkan di luar layar yang tertutup sehingga pengguna dapat mengambil foto dari layar saat ditutup.

Kemudian, layar akan menyala ketika dibuka dan mati ketika ditutup, dan layar yang dipatenkan memiliki desain tanpa bingkai.