Jakarta, Selular.ID – Bulan Oktober lalu, publik dihebohkan dengan kasus Gojek yang mendukung karyawanya dalam Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT). Melalui postingan Facebook miliknya, Brata Santoso yang menjabat sebagai Wakil Presiden Pengembangan Bisnis dan Operasi Gojek mendukung keberagaman karyawannya termasuk yang melakukan LGBT. Tertulis dalam postingan tersebut, Gojek memiliki sekitar 30 lebih karyawan LGBT.

BACA JUGA:
70 Persen Donatur Palu di Kitabisa.com Gunakan Go-Pay

Jelas postingan tersebut menuai respon negatif dari para netizen dan menyerukan tagar #uninstallgojek. Gojek menyatakan bahwa postingan tersebut merupakan pendapat dan intepretasi pribadi dari salah satu karyawan Gojek. Postingan tersebut bukan pernyataan dari perusahaan Gojek.

Postingan tersebut juga membuat nama Gojek menjadi tercoreng. Atas insiden tersebut, Gojek akan bertindak tegas kepada Brata Santoso dan karyawan lain yang mendukung LGBT. Gojek sudah menegur dan memperingatkan Brata Santoso dan karyawan lain yang mendukung LGBT.

BACA JUGA:
Top 5 Mobile Payment di Indonesia 2018

Bahkan beredar kabar bahwa Gojek telah memutus hubungan kerja Brata Santoso dan karyawan lain yang mendukung LGBT. Terkait kabar ini, kami Redaksi Selular.ID meminta konfirmasi kepada Michael Say, VP Corporate Affairs Gojek. Jelas Gojek membantah kabar pemberhentian karyawan mereka.

“Rumor mas, ngga ada yang dipecat, ” jelas Michael ketika ditanya mnegenai kabar pemecatan karyawan Gojek yang terindikasi LGBT.