Thursday, April 25, 2019
Home News China Peringatkan Kampanye Menjegal Huawei Akan Merugikan Banyak Negara

China Peringatkan Kampanye Menjegal Huawei Akan Merugikan Banyak Negara

-

Jakarta, Selular.ID – Kementerian luar negeri China menyerukan lingkungan komersial yang adil untuk perusahaan-perusahaannya yang beroperasi di sejumlah negara. Seruan tersebut dikeluarkan oleh Beijing, menyusul laporan terbaru yang mengklaim para pejabat AS berusaha membujuk sejumlah negara untuk melarang peralatan Huawei.

Dalam sebuah publikasi yang dimuat oleh The Wall Street Journal, pejabat pemerintah AS diketahui telah menghubungi negara-negara sekutu di mana peralatan Huawei digunakan untuk menyoroti risiko keamanan yang dirasakan.

Pasar yang ditargetkan termasuk Jerman, Italia dan Jepang. Ketiga negara tersebut tengah bersiap meluncurkan 5G, yang akan menjadi medan pertempuran baru industri selular.

Salah satu sumber surat kabar itu mengatakan negara-negara yang melarang peralatan buatan China dapat menerima dukungan keuangan dari AS terkait dengan infrastruktur telekomunikasi.

Desas-desus dari upaya AS untuk membujuk negara lain untuk menghindari penggunaan Huawei bukanlah hal baru. Banyak laporan muncul sejak AS melarang agen pemerintah dan kontraktor menggunakan perangkat ZTE dan Huawei pada Agustus 2018.

Setelah munculnya larangan AS, Huawei memperingatkan pihak berwenang di negara itu bahwa ketiadaan vendor seperti Huawei akan meningkatkan harga dan memperlambat peluncuran layanan 5G.

Permasalahan ini juga mengemuka, saat eksekutif Huawei bertemu guna membahas panduan keamanan nasional dengan perwakilan pemerintah Jerman, Spanyol, Italia, Inggris, Kanada dan Selandia Baru.

Pada acara Global Mobile Broadband Forum di London pada awal pekan lalu, Huawei mengatakan telah menandatangani 22 kontrak untuk peralatan 5G di seluruh dunia dan memamerkan kemitraan dengan sejumlah operator termasuk BT EE, Telefonica, Vodafone, dan Telecom Italia.

Selain larangan atas peralatan Huawei dan ZTE, AS telah bermusuhan dengan perusahaan-perusahaan yang berbasis di China di beberapa industri, dengan kedua negara berselisih atas perdagangan selama berbulan-bulan.

Sejauh ini kampanye AS untuk menjegal vendor-vendor China baru berhasil di Australia. Pada Agustus lalu, pemerintah Australia telah menetapkan pelarangan bagi vendor Cina Huawei dari tender peralatan telekomunikasi untuk jaringan 5G di negara itu.

Seperti Amerika Serikat dan sekutu lainnya, kekhawatiran atas keamanan data yang bersifat sensitif menjadi pemicu munculnya kebijakan tersebut.

Meskipun tidak secara khusus menyebut Huawei dan ZTE, keputusan Australia untuk melarang kedua vendor dalam pembangunan jaringan 5G, merupakan bentuk tindakan atas kecurigaan jangka panjang yang diyakini oleh Australia terkait operasi bisnis Huawei dengan pemerintah China.

Sekaligus kekhawatiran bahwa perangkat telemunikasi yang mereka operasikan dapat digunakan untuk tindakan memata-matai atau spionase.

Dalam tanggapan resmi, Huawei menilai keputusan pelarangan sepenuhnya bermotif politik. Vendor yang bermarkas di Shenzen itu memperingatkan bahwa keputusan itu akan menjadi kontra produktif.

Hal itu bisa berdampak pada melambungnya harga yang lebih tinggi untuk konsumen dan bisnis Australia karena berkurangnya persaingan. Pada akhirnya pengeluaran akan meningkat dari sisi pelanggan.

Huawei juga mencatat hukum Cina melarang intervensi pemerintah dalam setiap jenis usahanya. Huawei pun menegaskan bahwa tidak ada keterlibatan intelijen yang melibatkan pemerintah dalam setiap operasi Huawei di seluruh dunia, termasuk Australia.

Subscribe to Selular Newsletter

Dapatkan berita menarik seputar harga smartphone terbaru dan informasi telekomunikasi Indonesia.

Latest