Saturday, September 21, 2019
Home Bincang Eksekutif Ini Yang Dilakukan TCash Hadapi Persaingan dan Rencana Kedepannya

Ini Yang Dilakukan TCash Hadapi Persaingan dan Rencana Kedepannya

-

Jakarta, Selular.ID – Seiring dengan semakin meningkatnya penggunaan dompet digital. kini aktivitas pembayaran semakin terintegrasi ke dalam telepon genggam kita. Hal ini memungkinkan pengalaman berbelanja yang lebih mudah, serta mengurangi peluang terjadinya penipuan.

Dengan kemudahan yang ditawarkan, membuat kompetisi di bisnis sistem pembayaran digital atau dompet digital di Indonesia kian sengit. Beragam layanan dompet digital kian menjamur.Β  Mereka menawarkan kemudahan pembayaran, mulai dari tagihan, pembelian pulsa dan berbagai jenis pembayaran lainnya, namun masing-masing memiliki keungulan yang diihadirkan.

Sebut saja Tcash. Dompet digital ini disebut-sebut Β memiliki beberapa keuntungan kompetitif dibandingkan dengan pemain lainnya di industri financial technology (Fintech). Tcash disebutkan mempunyai kegunaan yang holistic. Serta didukung dengan system kemanan yang cukup baik.

Seperti apa keunggulan Tcash dibanding layanan sejenis dan bagaimana Tcash menghadapi persaingan dompet digital kedepannya, dan rencana integrasi sistem Tcash dengan operator lain? Redaksi Selular.ID melakukan wawancara eksklusif dengan Danu Wicaksana. Ceo Tcash, di Jakarta. Berikut ulasannya:

Sebagai layanan dompet digital, apa yang membedakan Tcash dengan layanan sejenis?

Tcash memiliki beberapa keuntungan kompetitif dibandingkan dengan pemain lainnya di industri financial technology (Fintech).Tcash mempunyai kegunaan yang holistic, yakni dapat melakukan transaksi untuk pembelian pulsa, token listrik, voucher game, pembayaran berbagai jenis tagihan, P2P transfer, transportasi, asuransi mikro, remitansi domestik dan internasional, pico loan.

Tcash pun memiliki keamanan yang cukup baik, pasalnya Tcash sangat menyadari pentingnya keamanan dalam bertransaksi, sehingga hampir semua transaksi Tcash membutuhkan PIN sebagai verifikasi. Selain itu, kami juga masih hanya membuka layanan Tcash untuk pengguna ponsel yang original dan resmi, sehingga pengguna rooted device/jailbreak belum kami berikan akses untuk mengunduh aplikasi kami. Ini kami lakukan demi keamanan transaksi pengguna itu sendiri.

Bagaimana penyerapan Tcash di Indonesia?

Saat ini, semakin baik lagi. Tcash sudah digunakan oleh lebih dari 25 Juta pelanggan, baik yang tinggal di wilayah perkotaan, maupun di daerah terpencil. Saat ini, pelanggan Tcash sudah tersebar hingga ke pelosok negeri di 34 provinsi di Indonesia.

Seperti apa ekosistem pembayaran digital di Indonesia?

Berdasarkan data dari Aftech, hingga akhir 2017 kemarin, terdapat 235 perusahaan fintech di Indonesia, yang terbagi ke dalam enam kategori, yaitu Lending, Payment, Investment Management, Insurtech, Market Provisioning, dan Crowdfunding. Presentase kategori fintech dengan jumlah perusahaan terbesar adalah kategori Payment sebesar 39% atau sekitar 90 perusahaan.

Seluruh kategori ini diatur oleh dua lembaga, dengan pembagian kategori Payment diatur dan diawasi oleh Bank Indonesia; serta P2P Lending diatur dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bagaimana mengedukasi masyarakat agar beralih ke layanan dompet digital?

Mengedukasi masyarakat untuk beralih menggunakan uang elektronik membutuhkan konsistensi yang dilakukan secara terus menerus. Salah satu strategi utama yang secara konsisten kami lakukan adalah dengan membangun dan melengkapi ekosistem digital yang ada di setiap sisi kehidupan masyarakat, untuk memudahkan pelanggan memanfaatkan transaksi non-tunai sehari-hari.

Sehingga, sejak bangun tidur hingga malam tiba, masyarakat dapat memanfaatkan Tcash untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Hingga kini, masyarakat bisa memanfaatkan Tcash untuk beragam jenis layanan, mencakup pembayaran di lebih dari 75.000 merchant outlets; pembayaran tagihan (PDAM, BPJS, listrik, internet); pembelian paket pulsa dan data; donasi digital; pembayaran transportasi, seperti pembelian kereta bandara Railink di Soekarno-Hatta Cengkareng dan Kualanamu Medan, BRT Semarang, dan taksi Bluebird; pembelian online (online store, voucher game); pembelian micro insurance Sun Life; hingga pembelian BBM secara non-tunai di lebih dari 150 SPBU Pertamina.

Pemegang lisensi QR code semakin banyak, adakah kekhawatiran bahwa persaingan semakin ketat?

Meskipun pemegang lisensi QR Code semakin banyak, bagi kami, tantangan terbesar berasal dari masih tingginya jumlah transaksi tunai di Indonesia, yang hingga akhir 2017 lalu mencapai 83% dari total jumlah transaksi di negeri ini (World Bank, 2018), serta sekitar 51% populasi masih belum tersentuh layanan perbankan formal (McKinsey Report, 2017).

Karenanya dibutuhkan edukasi akan manfaat dan kemudahan bertransaksi non-tunai secara konsisten kepada seluruh masyarakat. Kerjasama strategi lintas sektor juga dibutuhkan untuk mempercepat proses pemasukan masyarakat unbanked ke dalam sektor perbankan formal.

Dengan beragam layanan yang dihadirkan Tcash, kami optimis Tcash dapat terus tumbuh berkembang menjadi salah satu pemain uang elektronik terbesar di Indonesia.

Apa perbedaan setelah diberlakukannya standar QR code?

Pemberlakuan QR Code terstandardisasi akan dilaksanakan dalam beberapa bulan mendatang, dimana Tcash menjadi satu-satunya fintech yang berada di batch pertama yang melakukan uji coba implementasi QR Code terstandardisasi di beberapa merchant.

Hadirnya QR Code terstandar ini akan membantu mempermudah pelanggan dalam bertransaksi, dimana nantinya pelanggan cukup memanfaatkan satu jenis QR Code di merchant untuk mereka bertransaksi menggunakan uang elektronik apapun. 5

Bagaimana perkembangan rencana integrasi sistem Tcash dengan operator lain?

Tcash masih merupakan bagian dari unit bisnis Telkomsel, dimana kami diberikan keleluasaan dan tambahan otoritas untuk bergerak lebih lincah di industri financial technology ini.

Untuk memperluas jangkauannya, pada bulan Juli 2018 lalu, Tcash juga telah membuka aplikasi Tcash Wallet untuk dapat digunakan semua orang lintas operator telekomunikasi. Dalam mekanismenya, Tcash cukup membuka aplikasinya untuk pengguna operator telekomunikasi lainnya, sehingga tidak dibutuhkan integrase sistem.

Meskipun demikian, kami tidak menutup kemungkinan jika di masa mendatang akan ada peluang kolaborasi dengan operator telekomunikasi lainnya.

Bagaimana tanggapan terkait dengan pengetatan aturan e-money?

Pada prinsipnya, Tcash mendukung penuh inisiatif dan peraturan dari pemerintah, melalui Bank Indonesia, yang kami yakini dapat bermanfaat dalam pengembangan eksosistem sistem pembayaran di negeri ini.

Terkait dengan adanya perubahan aturan untuk pemain electronic money, kami pun telah memenuhi sesuai aturan baru Bank Indonesia. Ke depannya, kami akan terus berkoordinasi dengan perwakilan Bank Indonesia untuk memastikan operasional bisnis kami telah sejalan dengan aturan yang berlaku.

Adakah alasan BI ketika memperketat aturan e-money?

Seperti yang telah kami paparkan sebelumnya, kami percaya aturan yang dihadirkan oleh Pemerintah melalui Bank Indonesia dapat membantu mengembangkan ekosistem sistem pembayaran di Indonesia.

Pengetatan aturan bagi pemain uang elektronik ini kami yakini ditujukan untuk memastikan perlindungan dan kepuasan konsumen, agar dalam pelaksananaannya dapat berlangsung dengan mudah, nyaman, dan aman.

Bisa disebutkan tantangan yang dihadapai dalam mengembangkan Tcash?

Kami melihat peluang sekaligus tantangan terbesar berasal dari masih tingginya jumlah transaksi tunai di Indonesia, yang hingga akhir 2017 lalu mencapai 83% dari total jumlah transaksi di negeri ini (World Bank, 2018), serta sekitar 51% populasi masih belum tersentuh layanan perbankan formal (McKinsey Report, 2017).

Karenanya dibutuhkan edukasi akan manfaat dan kemudahan bertransaksi non-tunai secara konsisten kepada seluruh masyarakat. Kerjasama strategi lintas sektor juga dibutuhkan untuk mempercepat proses pemasukan masyarakat unbanked ke dalam sektor perbankan formal.

Bagaimana Tcash menyikapi Agresivitas fintech Cina?

Tcash hadir dengan beragam jenis layanannya, yang bisa digunakan secara masif melalui tiga jenis user interface, yaitu Scan QR Code di aplikasi Tcash Wallet; Sticker NFC Tcash Tap; dan Kode Akses USSD *800#, yang tentunya membantu memperluas jangkauan pelanggan hingga ke pelosok negeri.

Tcash pun terus menjalin kerja sama dengan stakeholders lainnya dan terus berinovasi menyesuaikan dengan aturan yang berlaku dari Pemerintah, untuk memastikan kepuasan dan perlindungan data konsumen tetap terjaga.

Kami percaya bahwa kami mampu memberikan layanan dan produk yang sesuai dengan kebutuhkan pelanggan Indonesia, sehingga kami optimis Tcash dan industri fintech di Indonesia dapat memenangkan di pasar sendiri, terlepas dari tingginya agresivitas fintech dari negara lainnya.

 

Latest