Jakarta, Selular.ID – LinkAja, layanan sistem pembayaran berbasis QR code di bawah perusahaan BUMN akan segera beroperasi pada tanggal 1 Maret 2019.

LinkAja akan menggabungkan produk TCash milik Telkomsel, Yap! milik BNI, e-Cash milik Bank Mandiri dan T-bank dari Bank BRI.

Bank Mandiri, pemilik layanan e-cash yang akan melebur menjadi LinkAja tersebut sudah memberikan pengumuman resmi kepada nasabahnya melalui pesan singkat.

BACA JUGA:
Top 5 Mobile Payment di Indonesia 2018

Untuk pengguna Tcash, proses migrasi ini dilakukan lebih awal mulai tanggal 22 Februari 2019.

Peleburan layanan e-money milik BUMN menjadi LinkAja ini tak terlepas dari upaya Kementerian BUMN yang ingin melakukan efisiensi dan sinergi. Baik dari sisi infrastruktur maupun aktifitas promosi.

Dari sisi bisnis, diluncurkannya LinkAja, diharapkan bisa meraup potensi customer based dari lingkungan BUMN. Sekaligus meramaikan pasar fintech di Indonesia yang semakin tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir.

BACA JUGA:
TCash Tunda Konversi Aplikasi Mobile ke LinkAja

Dalam sinergi itu, posisi Telkomsel terbilang vital karena Kementerian BUMN memilih TCash sebagai platform. Aplikasi TCash dinilai paling siap dibandingkan aplikasi milik BUMN lain.

Sejauh ini, fintech baru tersebut sudah menyelesaikan komposisi pemegang saham. Telkomsel menjadi project leader dengan 25% saham. Diikuti oleh Bank Mandiri 20%, BNI 20% dan Bank Rakyat Indonesia 20%. Kemudian BTN 7%, Pertamina 7% dan Jiwasraya 1%.

BACA JUGA:
Hari Ini TCash Efektif Jadi LinkAja