Jakarta,Selular.ID – Untuk mendorong pembinaan sumber daya manusia yang kompeten di bidang TIK Indonesia, Huawei mengumumkan untuk kedua kalinya penyelenggaraan kompetisi ICT di Indonesia yakni Smartgen.

Hal ini merupakan kemitraan Huawei ICT Academy (HAINA) dengan delapan perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Yenty Joman, Direktur of Government Affair Huawei Indonesia menjelaskan, program Smartgen merupakan wujud Huawei. Perusahaan ini membantu perguruan tinggi di Indonesia dalam menentukan sistem kompetensi akademik agar mahasiswa lulusannya dapat memenuhi standar kebutuhan industri.

“Melalui program Smartgen 2018, Huawei dan kampus-kampus unggulan akan menggelar serangkaian kegiataan yang meliputi program transfer pengetahuan yang dikemas dalam gelaran bertajuk tecnologi day (techday),”ujar Yenty di Jakarta (09/10/18).

Dikatakan Yenty, program tersebut diadakan dimasing-masing kampus. Huawei dan masing-masing kampus telah menentukan topik terkini dalam industri TIK untuk dibahas bersama para pakar di bidangnya.

Program Smartgen 2018 memfokuskan terhadap topik-topik terkni dalam dubia TIK, sepertu 5G, Bigdata, Artificial Inteligence (AI), komputasi Awan, iOT (internet of things) dan blockchain.

“Kami bangga dapat bermitra dengan delapan kampus unggulan yang berkontribusi dalam melahirkan SDM di bidang TIK berkompetensi global yang siap menjadi akselerator kemajuan industri di.masa depan, serta mewujudkan masyarakat berbasis digital di Indonesia”ungkap Yenty.

Tahun ini program Smartgen diperluas cakupannya dengan sasaran penerima manfaat sebanyak 1000 siswa SMK yang berasal dari 12 SMK di 10 kota di Indonesia, 300 siswa di satuan lingkungan pendidilan Lp Ma’arif NU, serta 1599 mahasisqa di delapan universitas di Indonesia.

Yenty menambahkan, kedelapan kampus yang bergabung dalam jaringan kemitraan Huawei adalah Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Institute Teknologi Sepuluh November (ITS), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Padjajaran (Unpad0, Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Telkom (Tel-U) dan Univeristas Multimedia Nusantara (UMN)

Sementara, Muhammad Dimyati, Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kemristekdikti, menyebutkan program Smartgen sejalan dengan program di Ristekdikti.

“Perusahaan besar ikut (berpartisipasi meningkatkan kapasitas SDM lulusan kampus dalam negeri). Jadi harapannya, semangat perguruan tinggi yang ikut serta bisa menular ke perguruan tinggi lain, dengan begitu suasana TIK di Indonesia lebih menyejukkan dan meningkatkan kapasitas mahasiswa sebagai peneliti,” tuturnya.

Selain menambah keahlian dan kapasitas mahasiswa, program Smartgen, kata Dimyati, juga memungkinkan mahasiswa bisa bersaing hingga tingkat global