Friday, October 18, 2019
Home News Social Media Perusahaan Teknologi Mendominasi LinkedIn Power Profiles 2018

Perusahaan Teknologi Mendominasi LinkedIn Power Profiles 2018

-

Jakarta, Selular.ID – LinkedIn kembali mengumumkan program LinkedIn Power Profiles 2018 di Indonesia. Program LinkedIn Power Profiles 2018 ini sudah dua kali digelar.

Kali ini menampilkan Pimpinan Terbaik (Top Leaders) dan Profesional Muda (di bawah 30 tahun), serta profesional dalam Sumber Daya Manusia (Human Resource) dan Pemasaran (Marketing) serta kategori baru. Hadir pula kategori baru Social Impact (Dampak Sosial).

LinkedIn Power Profiles merupakan anggota LinkedIn yang telah berinvestasi untuk membangun identitas profesional mereka di LinkedIn. Dengan begitu, mereka mendapat tingkat kunjungan paling tinggi di bidangnya masing-masing selama satu tahun ini.

“Membangun komunitas atau jaringan secara aktif dapat membantu diri kita untuk mencapai berbagai aspirasi profesional masing-masing. Baik dalam hal mewujudkan inovasi dan perubahan, mendapatkan pekerjaan impian ataupun membantu orang lain yang kurang beruntung. Kami berharap LinkedIn Power Profiles di Indonesia mencakup beragam kelompok profesional yang sukses dalam bidangnya dapat menginspirasi anggota lain untuk mengejar kesuksesan mereka sendiri,” ujar Linda Lee, Head of Communications, Asia Tenggara dan Asia Utara LinkedIn.

Dengan penambahan kategori baru di tahun ini, LinkedIn mengumumkan sebanyak 32 Power Profile. Beberapa nama dari Power Profiles tahun lalu masih masuk dalam daftar tahun ini, karena profil mereka masih menjadi yang paling banyak dilihat dan telah mendorong interaksi dan percakapan yang bermakna di LinkedIn.

Pemimpin dalam kategori Dampak Sosial mewakili perusahaan yang bergerak di bidang sosial dan organisasi kemanusiaan yang mendapatkan tingkat kunjungan paling tinggi di LinkedIn.

Pemimpin dalam dampak sosial yang masuk dalam LinkedIn Power Profiles 2018 meliputi Azalea Ayuningtias, Founder and CEO, Du’Anyam, Alfatih Timur, Co-Founder/Chief Green Officer KitaBisa, Irvandias Sanjaya, CEO Hult Prize Foundation, dan Herman Darman, Direktur Indogeo Social Enterprise, bergabung dengan Power Profile.

Hampir setengah (45%) dari Power Profiles berasal dari industri teknologi seperti Ongki Kurniawan, Executive Director of Grab Indonesia dan William Tanuwijaya, Co-Founder & CEO Tokopedia. Tingkat kunjungan yang tinggi pada profil mereka telah menunjukkan bahwa ada minat dalam industri dan perusahaan di bidang teknologi.

Tokoh yang bergabung dengan Power Profiles pada kategori di bawah 30 tahun antara lain Gibran Huzaifah, CEO eFishery, Melvin Hade, Konsultan di McKinsey & Company sebagai LinkedIn Power Profiles termuda (di bawah 25 tahun), Wafa Taftazani, Country Manager Strategic Partnership YouTube.

“Makna sukses bagi saya adalah menjadi versi terbaik dari diri sendiri, seraya menginspirasi orang lain untuk mengejar kesuksesannya. Grab telah banyak mendukung perjalanan karir saya dengan menyediakan budaya kerja yang selaras dengan tujuan saya, sementara interaksi dengan komunitas di LinkedIn memberikan saya inspirasi, ide, dan pengetahuan untuk tetap relevan di industri yang saya geluti,” papar Ongki Kurniawan, Executive Director di Grab Indonesia.

Latest