Selular.ID -

Saat Indosat, Softbank, dan Grab Mulai Panen Pendapatan Dari Investasi AI

BACA JUGA

Uday Rayana
Uday Rayana
Editor in Chief

Selular.ID – Kecerdasan buatan (AI) kini telah menjadi sumber pendapatan baru bagi banyak perusahaan di dunia, mulai dari operator telekomunikasi, hingga layanan transportasi daring dan pengiriman.

Saat ini operator selular menjual layanan berbasis komputasi awan AI (AI Cloud) dan infrastruktur digital untuk perusahaan, tidak lagi hanya mengandalkan paket internet dan telepon tradisional sebagai sumber utama pemasukan.

Di Indonesia, di saat operator lain masih bersikap wait and see terhadap peluang memonetisasi AI, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) telah tancap gas duluan.

Anak perusahaan Qatar Telecom dan Hutchison Hong Kong itu, merupakan pioneer dalam menjadikan AI sebagai sumber pendapatan di masa depan.

Faktanya, gelontoran investasi yang digelontorkan oleh operator terbesar kedua di Indonesia itu terbukti tak sia-sia.

Untuk diketahui, investasi Indosat pada berbagai infrastruktur AI didukung oleh alokasi modal fleksibel dari model bisnis serat optik mencapai Rp11,7 triliun.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Namun pendapatan dari lini bisnis AI Cloud saja telah mencapai US$33 juta pada semester pertama 2026. Jumlah itu melampaui total pendapatan sepanjang 2025 sebesar US$28 juta.

Tren positif tersebut menunjukkan bagaimana transformasi berbasis AI mampu memperkuat bisnis perusahaan saat ini, sekaligus membangun fondasi dari pertumbuhan digital Indonesia ke depan.

Lewat berbagai inisitif, AI kini semakin integral dalam pengalaman digital sehari-hari pelanggan Indosat.

Melalui berbagai layanan seperti fitur Anti-Spam dan Anti-Scam, Sahabat-AI, Gemini AI, serta Adobe Express, Indosat menghadirkan pengalaman digital yang lebih produktif, kreatif, dan aman sebagai bagian dari layanan konektivitasnya.

Berkat pengalaman yang semakin relevan ini, trafik data tumbuh 19,9 persen year-on-year (YoY) dan Average Revenue Per User (ARPU) naik 17,3 persen YoY menjadi Rp46 ribu. Basis pelanggan selular juga tetap kuat mencapai 93,4 juta pelanggan.

Menurut Presdir Indosat Vikram Sinha, visi AI North Star yang digariskan perusahaan, telah mendorong pertumbuhan nilai jangka panjang dengan mentransformasi Indosat dari sekedar penyedia konektivitas menjadi perusahaan teknologi berbasis AI.

“Pencapaian ini semakin memperkuat keyakinan perusahaan untuk mengakselerasi fase transformasi selanjutnya, dengan memperkuat kapabilitas yang akan menjadi mesin pertumbuhan di masa depan sekaligus berkontribusi dalam membangun ekosistem AI di Indonesia”, ujar Vikram, dalam paparan kinerja perusahaan (28/7).

Baca Juga: Indosat Bukukan Pendapatan Rp30,7 Triliun, AI Jadi Mesin Pertumbuhan

Berkat AI, Kinerja Softbank Melonjak Tajam

Seperti halnya Indosat, SoftBank Corp menyatakan mulai memetik hasil dari investasi besar-besaran pada infrastruktur AI, sembari mulai menjajaki peluang baru di sektor ritel dan layanan cloud di AS.

Perusahaan melaporkan kenaikan laba bersih kuartal kedua (Q2) sebesar 3% menjadi 150,1 miliar yen Jepang (US$950 juta), didorong oleh peningkatan pendapatan sebesar 9,4% menjadi 1,81 triliun yen (US$11,5 miliar).

Pendapatan tersebut terdongkrak oleh tingginya permintaan akan layanan AI dan cloud, yang membantu meningkatkan penjualan segmen korporat sebesar 12% menjadi 260 miliar yen (US$1,7 miliar) serta laba operasional sebesar 28%.

Seperti dilansir dari laman Light Reading, CEO Junichi Miyakawa mengatakan pendapatan dari layanan AI dan cloud tumbuh 31%, dan perusahaan memproyeksikan pertumbuhan tersebut akan berlanjut pada tingkat yang sama selama dua tahun ke depan.

“Selama beberapa tahun terakhir, kami telah melakukan investasi signifikan di bidang AI. Pada tahun fiskal ini, kami memasuki tahap monetisasi dari investasi-investasi tersebut,” ujarnya dalam panggilan konferensi kinerja keuangan pada Selasa (4/8).

Dalam kesempatan tersebut, perusahaan mengumumkan kemitraan senilai 100 miliar yen (US$634 juta) dengan Seven & i—induk perusahaan jaringan toko swalayan 7-Eleven untuk mengembangkan apa yang mereka sebut sebagai “infrastruktur gaya hidup generasi berikutnya”.

Anak perusahaan SoftBank di bidang pembayaran, PayPay, serta Sumitomo Mitsui Card juga turut berinvestasi dalam usaha patungan ini.

Inisiatif tersebut bertujuan mentransformasi toko swalayan melalui teknologi canggih, termasuk otomatisasi, robot, sistem pemesanan prediktif berbasis AI, dan rantai pasok generasi terbaru.

“SoftBank akan menerapkan AI dan transformasi digital (DX) di sektor ritel sektor yang sangat melekat dalam kehidupan sehari-hari konsumen yang mencakup operasional toko, rantai pasok generasi berikutnya, dan aspek lainnya, guna menciptakan nilai bagi masyarakat serta peluang bisnis,” demikian pernyataan perusahaan.

Miyakawa menyatakan harapannya untuk membawa model toko swalayan baru ini ke pasar global. Investasi di sektor ritel ini sejalan dengan tujuan rencana jangka menengah baru SoftBank untuk bertransformasi dari pemain telekomunikasi menjadi penyedia “infrastruktur sosial baru”.

Perusahaan juga tengah bersiap memasuki pasar neo-cloud di AS melalui kemitraan dengan perusahaan induknya. Peluncuran layanan kemungkinan akan dilakukan secara bertahap mulai tahun depan.

Bisnis baru ini akan memanfaatkan keahlian SoftBank dalam cloud berbasis GPU dan pusat data AI, serta sistem operasi cloud Infrinia yang memungkinkan pembagian sumber daya GPU secara lebih efisien. Miyakawa mengatakan hal tersebut.

Ia menyebutkan bahwa pendapatan meningkat di setiap segmen pada kuartal tersebut, dengan kenaikan laba operasional di seluruh lini bisnis kecuali pada operasi telekomunikasi inti.

Namun, segmen selular dan broadband melampaui ekspektasi; pendapatan naik 4% menjadi 760 miliar yen (4,9 miliar dolar AS) dan pendapatan layanan selular meningkat 4%.

Meskipun laba operasional sempat turun 1%, angka tersebut diproyeksikan akan meningkat sepanjang tahun fiskal berjalan, ujar Miyakawa.

Baca Juga: Duit Softbank Nggak Habis-Habisnya, Setelah Borong Saham OpenAI, Kini Akuisisi Perusahaan Robot ABB Senilai $5,4 Miliar

AI Mendorong Efisiensi dan Peningkatan Margin Pada Grab

Seperti halnya Indosat dan Softbank, pemanfaatan AI telah mengatrol kinerja Grab melebihi ekspektasi awal.

Perusahaan layanan transportasi daring dan pengiriman terkemuka di Asia Tenggara itu, mengungkapkan bahwa AI telah menjadi bagian integral dari operasional dan berdampak pada melonjaknya pertumbuhan.

Alhasil, Grab menaikkan proyeksi kinerja setahun penuh setelah mencatatkan rekor hasil kuartal kedua, didukung oleh permintaan konsumen yang tetap kuat di seluruh kawasan di tengah tantangan makroekonomi.

Saham perusahaan yang terdaftar di Nasdaq tersebut naik 4,86% dalam perdagangan di luar jam bursa regular, seperti dilansir laman CNBC.

“AI kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari cara kerja Grab, baik dalam produk maupun operasional kami sehari-hari,” ujar CFO Grab, Peter Oey.

Ia menambahkan bahwa teknologi ini telah membantu perusahaan meluncurkan produk lebih dari 30% lebih cepat, yang berdampak pada margin lebih baik dan struktur biaya yang lebih efisien.

Perusahaan mencatat lonjakan jumlah perjalanan sebesar 28% secara tahunan (year-on-year) pada kuartal kedua.

“Ini merupakan salah satu angka tertinggi yang pernah kami lihat”, ujar Oey.

Pendapatan perusahaan tumbuh 22% secara tahunan menjadi US$997 juta, sementara laba operasional mencapai US$19 juta untuk kuartal yang berakhir pada bulan Juni, naik 186%.

Grab menaikkan proyeksi pendapatan setahun penuh menjadi US$4,10 miliar–US$4,15 miliar dari perkiraan sebelumnya sebesar US$4,04 miliar–US$4,10 miliar, serta meningkatkan estimasi EBITDA menjadi US$720 juta–US$740 juta dari kisaran US$700 juta–US$720 juta.

“Kami melihat permintaan tetap sangat kuat pada bulan Juli, dan layanan keuangan kami terus berkembang serta kini berada di titik balik yang signifikan,” ujar Oey, seraya menyatakan keyakinannya terhadap prospek bisnis perusahaan.

Baca Juga:  Gojek dan Grab Pangkas Komisi Ojol Jadi 8% Mulai 1 Juli 2026

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU