Monday, May 20, 2019
Home News Serbuan Smartphone BM Rugikan Prinsipal Resmi

Serbuan Smartphone BM Rugikan Prinsipal Resmi

-

Jakarta, Selular.ID – Meski pemerintah sudah mewajibkan aturan 30% TKDN kepada vendor-vendor yang beroperasi di Indonesia, namun peredaran ponsel BM (black market) hingga kini masih menjadi momok. Perdagangan ponsel ilegal masih banyak dijumpai di pusat perbelanjaan ponsel di kota-kota besar.

Selain pasar konvensional, tak dapat dipungkiri, gehadiran gerai-gerai e-commerce menambah suburnya penjualan ponsel BM. Dengan alasan hanay sebagai market place, pengelola e-commerce merasa tidak harus bertanggung jawab langsung terhadap barang-barang yang dijajakan oleh para mitra penjual. Alhasil, para penjual bebas menjajakan dagangannya, tanpa mendapat sanksi dari pihak berwajib.

Maraknya peredaran ponsel BM, sesungguhnya bukan hanya merugikan masyarakat karena tidak mendapat garansi resmi dan pemerintah yang tidak memperoleh pendapatan dari pajak. Namun principal resmi dari brand bersangkutan.

Menurut Head of Public Relations Asus Indonesia Muhammad Firman, besarnya pasar ponsel ilegal jelas-jelas membuat vendor resmi tak kompetitif dalam memasarkan produk. Bukan hanya dengan brand lain, namun juga brand yang sama karena umumnya harga ponsel BM jauh lebih murah. Sementara produk resmi wajib mengeluarkan biaya yang tak sedikit untuk mengurus perizinan dan juga PPN.

“Pengurusan TKDN misalnya membutuhkan waktu dua hingga tiga bulan. Kekosongan waktu tersebut umumnya dimanfaatkan oleh distributor tidak resmi untuk mengambil barang dari negara-negara tetangga dan memasarkan di Indonesia”, ujar Firman.

Alhasil, meski pasar dibanjiri oleh produk dengan model dan tipe yang sama, namun keuntungan justru diperoleh principal dari negeri tetangga, seperti Singapura, Thailand, atau Malaysia.

Produk mereka terserap dengan cepat, meski bukan pasar sebenarnya. Namun hal ini jelas merugikan principal resmi seperti Asus Indonesia karena bisa berdampak pada menurunnya target penjualan.

Untuk mengurangi peredaran ponsel BM dengan merek sejenis, Firman menyebutkan bahwa pihaknya terus berusaha memangkas waktu perizinan TKDN. Diharapkan langkah ini semakin mempersempit ruang gerak distributor tidak resmi untuk memasarkan smartphone Asus di Indonesia.

Subscribe to Selular Newsletter

Dapatkan berita menarik seputar harga smartphone terbaru dan informasi telekomunikasi Indonesia.

Latest