Jakarta, Selular.ID – Pemindai sidik jari yang dipasang di depan (di bawah layar) semakin menghilang seiring bezel yang terus menyusut. Tren ini menyebabkan penerapan pemindai sidik jari di dalam-layar.

Pertama kali diperkenalkan oleh Vivo X20 Plus UD, kemudian diikuti oleh X21 UD, Xiaomi Mi 8 Explorer, dan beberapa produsen lainnya.

Menurut angka dari Sigmaintell, seperti yang dilaporkan Digitimes, pengiriman scanner dalam-layar akan mencapai 42 juta pada akhir 2018, sementara pada 2019 jumlahnya akan mencapai 100 juta.

BACA JUGA:
7 Teknologi Smartphone yang Hadir di 2018

Jenis teknologi baru itu datang dengan pemindai optik atau pemindai ultrasonik. Misalnya vivo menggunakan pemindai optik, di mana layar memancarkan cahaya dan sensor membaca gambar.

Yang kedua berharga lebih mahal dan bergantung pada gelombang yang dikirim ke celah-celah sidik jari dan sinyal yang memantul kembali dari mereka.

Karena label harga berbeda, sebagian besar jumlah sensor yang dikirimkan adlah versi optik.

BACA JUGA:
7 Teknologi Smartphone yang Hadir di 2018

Sigmaintell juga mengklaim dalam laporannya sensor yang lebih mahal akan dikirimkan pada tingkat yang lebih tinggi untuk vendor smartphone yang berbasis di Korea, kemungkinan Samsung dan LG.

Informasi ini datang sesuai dengan rumor sebelumnya yang menyebutkan Galaxy S10, Note10 dan A-series mungkin mengusung pemindai sidik jari di dalam layar.

Digitimes menunjukkan agar sensor berfungsi, smartphone perlu memiliki panel OLED.

BACA JUGA:
7 Teknologi Smartphone yang Hadir di 2018

Samsung mungkin adalah produsen utama OLED saat ini, tetapi pabrikan Cina seperti Tianma dan Visionox mungkin bergabung dengan persaingan dengan meningkatnya permintaan dari produsen smartphone domestik yang bertujuan untuk mempertahankan harga rendah.