Wednesday, November 20, 2019
Home News Feature 7 Teknologi Smartphone yang Hadir di 2018

7 Teknologi Smartphone yang Hadir di 2018

-

Jakarta, Selular.ID – Inovasi dalam teknologi smartphone seakan tiada hentinya. Di tahun 2018, banyak inovasi teknologi yang diusung sejumlah vendor smartphone. Mulai dari teknologi fingerprint in display, kamera pop-up, banyaknya sensor kamera, teknologi AI, layar lipat, desain notch waterdrop, dan game mode. Semua teknologi tersebut hadir dalam rilisan smartphone terbaru selama tahun 2018 baik secara global maupun di Indonesia.

Inovasi teknologi tersebut dihadirkan vendor smartphone untuk memikat para pengguna smartphone di seluruh penjuru dunia. Harga yang ditawarkan smartphone dengan inovasi teknologi tersebut cukup beragam.

Berikut inovasi teknologi yang diusung sejumlah vendor smartphone dalam produk mereka selama 2018.

1. Fingerprint in Display

Sensor sidik jari di dalam layar (Fingerprint in Display) menjadi trend baru smartphone di tahun 2018 lalu. Teknologi Fingerprint in Display ini pertama kali diperkenalkan oleh Vivo melalui Vivo V11 Pro yang diluncurkan di Indonesia pada September 2018 lalu. Teknologi ini diberi nama Screen Touch ID pada Vivo V11 Pro.

Ketika jari ditempelkan, teknologi ini memungkinkan smartphone mengeluarkan cahaya dan sebuah gambar seperti sistem komputer yang diiringi arus listrik. Seakan-akan jari Anda masuk dan menyebar ke dalam ponsel. Lalu seketika ponsel akan terbuka.

Teknologi Fingerprint in Display ini sangat responsive sehingga mampu membuka kunci layar dengan sangat cepat mengandalkan sidik jari penggunanya. Untuk membuka ponsel, Anda cukup menekan dan tahan jari Anda pada logo fingerprint di layar ponsel.

Fitur Screen Touch ID ini juga hadir dalam dua smartphone Vivo lainnya seperti Vivo NEX dan Vivo X21. Seakan tak mau kalah dengan Vivo dalam soal inovasi teknologi, Fingerprint in Display juga diadopsi Samsung dalam smartphone berikutnya yakni Galaxy S10.

2. Kamera Pop Up

Kamera tersembunyi atau pop up camera juga tengah menjadi trend sejumlah smartphone. Teknologi pop up camera menempatkan kamera smartphone secara tersembunyi di dalam body smartphone sehingga tidak terlihat pandangan mata. Mekanisme pop up camera yang digunakan smartphone bisa dengan sliding atau geser dan mencuat ke atas.

Oppo dan Vivo tengah mengadopsi fitur pop up camera ini pada smartphone anyar mereka. Teknologi pop up camera bernama Elevating Front Camera (EFC) pertama kali diperkenalkan Vivo pada smartphone NEX series yang diluncurkan Juni 2018 lalu. Sayangnya, ponsel Vivo NEX tidak masuk Indonesia.

Teknologi EFC ini memungkinkan kamera depan Vivo NEX mencuat ke atas ketika Anda mengakses menu kamera untuk selfie. Jika Anda keluar dari menu kamera selfie, maka secara otomatis, kamera depan ponsel ini akan tertutup. Kamera yang digunakan Vivo NEX dalam pop up camera ini berjenis periskopik.

Serupa dengan Elevating Camera, kamera pop up juga disematkan pada smartphone Oppo Find X. Teknologi pop up camera bernama 3D Stealth Camera menggunakan mekanisme geser.

Dibandingkan Vivo NEX yang hanya menggunakan pop up camera pada kamera depan saja, Oppo Find X memiliki teknologi 3D Stealth Camera yang bekerja pada kamera selfie maupun kamera utama.

Modul 3D Stealth Camera terdiri dari kamera depan, dot proyektor, speaker, kamera infrared, dan lampu infrared pada bagian depan. Sementara di sisi belakang terdapat dual camera AI dipadukan LED flash.

Cara kerjanya hampir sama baik Elevating Camera Vivo NEX maupun 3D Stealth Camera milik Oppo Find X. Ketika Anda mengakses menu kamera utama maupun selfie, maka kamera Oppo Find X akan muncul. Sebaliknya, ketika Anda keluar dari menu kamera, maka kamera utama maupun selfie Oppo Find X akan tersembunyi.

Oppo Find X sendiri telah diluncurkan secara global sejak Juni 2018 lalu. Sebulan kemudian, Juli 2018, Oppo Find X resmi meluncur di Indonesia.

3. Banyaknya sensor kamera

4 Kamera Samsung Galaxy A9

Jumlah sensor kamera yang banyak juga menjadi trend sepanjang 2018 lalu. Mulai dari 3 bahkan 4 kamera utama diadopsi sejumlah vendor smartphone dalam produknya. Sensor 4 kamera ini pertama kali diboyong Samsung pada Galaxy A9.

Samsung Galaxy A9 diluncurkan ke Indonesia pada November 2018 lalu dengan 4 kamera utama. Sensor utama kamera belakang Samsung Galaxy A9 didukung resolusi 24 MP dengan aperture f/1.7. Selanjutnya, sensor kedua 10 MP menggunakan lensa telephoto dengan aperture f/2.4.

Kamera ketiga menggunakan lensa ultra wide 120 derajat beresolusi 8 MP dengan bukaan f/2.4. Terakhir kamera keempat memiliki resolusi 5 MP dengan bukaan f/2.2.

4. Perkembangan Teknologi AI

Teknologi AI Smartphone

Teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) pada smartphone yang beredar di pasaran tahun 2018 lalu terus berkembang. Memang teknologi AI bukanlah sesuatu yang baru pada smartphone di tahun 2018 lalu. Namun, perkembangannya kian melesat.

Bahkan teknologi AI ini dikombinasikan dengan Machine Learning. Teknologi AI sudah diadaptasi di hampir semua spesifikasi smartphone seperti kamera, chipset, storage, baterai, security, asisten virtual dan sebagainya.

Melalui teknologi AI ini semua komponen smartphone dapat bekerja dengan cepat dan tepat sesuai dengan tugasnya masing-masing. Teknologi AI ini sejak 2018 sudah diadopsi di hampir semua brand smartphone seperti Oppo, Vivo, Huawei, Honor, Realme, Samsung dan lainnya.

5. Layar Lipat

Layar lipat merupakan suatu inovasi teknologi di tahun 2018. November 2018 lalu, perusahaan bernama Royole Corporation memperkenalkan smartphone lipat pertama di dunia yang diberi nama FlexPai.

Royole Flexpai merupakan perangkat hybrid yang bisa berperan sebagai ponsel dengan layar 4.0 inci dan juga sebuah tablet jika layar dibentangkan menjadi 7,8 inci dengan aspek rasio 4:3.

Smartphone ini dibekali layar berjenis AMOLED yang bisa dilipat pada bagian tengah. Ketika dilipat, layar sekunder menampilkan wallpaper.

Teknologi layar lipat pada smartphone ini juga diadopsi oleh sejumlah brand smartphone ternama seperti Huawei, Samsung, LG, Lenovo, Motorola, Oppo dan sebagainya. Mereka telah mengajukan hak paten untuk smartphone layar lipat di tahun 2018 lalu. Mungkin implementasinya baru berjalan di tahun 2019 ini.

6. Desain notch waterdrop

Desain notch memang bukanlah sesuatu yang baru pada smartphone di tahun 2018. Namun, desain notch terus dimodifikasi setiap tahunnya.

Di tahun 2018 lalu, banyak beredar smartphone di pasaran dengan notch minim ala tetesan air atau yang akrab disapa waterdrop. Desain waterdrop hanya mampu menampung kamera selfie saja. Di pasaran saat ini beredar smartphone dengan desain notch waterdrop seperti Vivo V11 Pro, Vivo V11, Oppo F9, Oppo A7, Realme 2 Pro dan banyak lagi.

Tahun sebelumnya, desain notch pada smartphone hadir dengan ukuran standar. Biasanya notch standar tersebut menampung kamera selfie, LED Flash, speaker receiver dan sensor lain.

7. Game mode

Oppo Game Space
Oppo Game Space

Bagi Anda pecinta game, fitur game mode hadir di sejumlah smartphone yang beredar di pasaran selama 2018. Teknologi ini mampu meningkatkan kinerja smartphone ketika bermain game. Tentunya game mode juga didukung dengan spesifikasi smartphone yang mumpuni seperti chipset, CPU, GPU, RAM dan storage.

Fitur game mode ini sudah disematkan pada smartphone rilisan 2018 seperti Realme 2, Realme 2 Pro, Oppo F9, Oppo A3s, Oppo A7, Vivo V11 Pro, Samsung Galaxy A6 Plus dan banyak lagi. Masing-masing smartphone tersebut memiliki nama fitur game mode yang berbeda.

Selain meningkatkan performa, teknologi game mode juga hadir dengan serangkain fitur menarik. Misalnya mampu menjawab panggilan telepon setelah bermain game, menjawab panggilan saat bermain game dan lainnya. Semua itu tergantung mode game mode yang hadir pada smartphone tersebut.

Latest