Sunday, May 26, 2019
Home News Kaspersky Lab : Lonjakan Malware Terjadi di Tahun 2018 Hingga 61.045

Kaspersky Lab : Lonjakan Malware Terjadi di Tahun 2018 Hingga 61.045

-

Jakarta, Selular.ID – Trojan Mobile Banking adalah salah satu jenis malware yang paling terkenal karena mereka dirancang untuk mencuri uang langsung dari rekening bank para pengguna perangkat mobile.

Malware ini biasanya berkedok sebagai aplikasi sah, sehingga memikat orang untuk memasangnya.

Setelah aplikasi perbankan diluncurkan, Trojan akan menampilkan antar muka dirinya dan menghalangi antar muka aplikasi perbankan.

Tepat di saat pengguna memasukkan kredensial, malware akan langsung mencuri informasi dan data pengguna.

Kuartal kedua 2018 mengalami lonjakan jumlah Trojan ini secara besar-besaran hingga mencapai 61.045. Jumlah ini merupakan yang tertinggi selama sejarah pengamatan yang dilakukan oleh Kaspersky Lab.

Kontribusi terbesar disebabkan oleh pembuat Trojan Hqwar, dengan sekitar setengah dari modifikasi terbaru yang ditemukan berkaitan dengan jenis malware ini. Trojan Agent menempati posisi kedua dengan sekitar 5.000 paket.

Pada kuartal kedua 2018, tiga negara teratas yang terkena malware mobile banking jenis apapun adalah Amerika Serikat (0,79%), Rusia (0,7%), dan Polandia (0,7%). Rusia dan Amerika Serikat bertukar tempat dibandingkan dengan kuartal pertama 2018, sementara Polandia melompat dari peringkat sembilan ke posisi tiga. Terutama karena distribusi aktif modifikasi Trojans.AndroidOS.Agent.cw dan Trojan-Banker.AndroidOS.Marcher.w.

Di Indonesia sendiri, Trojan-Banker.AndroidOS terdeteksi sebanyak 218 kali dalam periode Januari sampai Juli 2018. Menurut para ahli Kaspersky Lab, tingginya angka tersebut merupakan bagian dari tren global untuk pertumbuhan malware mobile. Jumlah keseluruhan instalasi malware juga meningkat lebih dari 421.000 dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

“Lanskap ancaman yang terjadi di kuartal kedua tahun ini membuat kami memberikan perhatian lebih besar terhadap keamanan pengguna perangkat mobile. Dengan berkembangnya instalansi malware terutama yang berhubungan dengan perbankan, menunjukkan bahwa pelaku kejahatan siber terus melakukan pembaruan perangkat lunak berbahaya, membuatnya semakin canggih dan lihai dalam menembus sistem deteksi keamanan. Baik pengguna dan industri harus sangat berhati-hati dan tetap waspada dalam beberapa waktu ke depan karena tren ini akan terus mengalami pertumbuhan,” ujar Victor Chebyshev, pakar keamanan di Kaspersky Lab melalui keterangan tertulisnya.

Subscribe to Selular Newsletter

Dapatkan berita menarik seputar harga smartphone terbaru dan informasi telekomunikasi Indonesia.

Latest