Jakarta, Selular.ID – Sejumlah vendor tengah berlomba menciptakan tren berikutnya di pasar smartphone. Tahun depan, setidaknya ada enam vendor yang mengisyaratkan bakal merilis smartphone lipat.

Pertama ada Huawei yang dikabarkan sedang mengerjakan smartphone lipat pertama di dunia. Kemudian diikuti oleh Samsung yang sudah menetapkan lini smartphone lipatnya akan disebut Galaxy F.

Namun, jika laporan terbaru ini bisa dipercaya, mereka mungkin tidak sendirian dalam mengeluarkan perangkat yang bisa dilipat di masa mendatang.

BACA JUGA:
Oppo F9 Hadir Warna Baru Jade Green

Tidak diketahui kapan tepatnya waktu peluncuran di tahun depan, tetapi Xiaomi dilaporkan telah memulai pengembangan desain smartphone yang bisa dilipat dan sudah bekerja dengan pemasok.

Tidak seperti Huawei dan Samsung yang dilaporkan bekerja dalam desain lipat, varian Xiaomi dilaporkan akan melipat keluar, sehingga menawarkan paket yang jauh lebih kompak yang memiliki potensi memperluas tampilan layar secara signifikan.

Juga tidak diketahui bagaimana perusahaan yang dikenal ‘murah meriah’ itu akan menetapkan harga karena smartphone lipat Samsung sepertinya akan berbiaya hampir $2.000 atau sekitar Rp29 juta.

BACA JUGA:
Catatan Akhir 2018 : Huawei yang Semakin Berotot

Selain Xiaomi, perusahaan Cina lain yang dilaporkan merencanakan memproduksi smartphone sendiri yang bisa dilipat adalah Oppo, tapi tidak diketahui rentang waktu tepat untuk peluncurannya.

Sementara ini tidak ada informasi dalam hal desain, tapi sejumlah paten baru-baru ini mengisyaratkan apa yang sedang dikerjakan Oppo. Pada catatan terakhir, label harga kemungkinan akan setara dengan Samsung.

BACA JUGA:
Bertema Cityscape Photography, Huawei Nova Academy Kembali Digelar

Secara keseluruhan, 2019 sedang disiapkan untuk menjadi tahun dari smartphone yang bisa dilipat dengan setidaknya empat rilis utama dilaporkan sedang dalam proses.

Tapi, jika pengajuan hak paten bisa menjadi petunjuk kuat, daftar vendor di atas bisa meningkat menjadi total enam berkat Motorola dan LG.

Bagaimanapun juga, mempertimbangkan peluncuran sebuah teknologi baru, mungkin setiap smartphone akan tersedia dalam jumlah terbatas.