Jumat, Oktober 30, 2020
Beranda News Telco Survey Syniverse : Trafik Data 4G LTE di Asia Melompat 300%

Survey Syniverse : Trafik Data 4G LTE di Asia Melompat 300%

-

Jakarta, Selular.ID – Lembaga riset Syniverse melaporkan bahwa trafik data 4G LTE di kawasan di Asia Pasifik tercatat tumbuh hingga 317% selama setahun terakhir. Sedangkan secara global 4G volume jelajah 4G antar-regional melampaui data non-LTE di awal tahun ini, yakni sebanyak 54% dibandingkan 46 persen pada 2017.

Syniverse mengungkapkan bahwa pertumbuhan diukur dengan menganalisis tahun ke tahun tren di jelajah lalu lintas di platform global. Tahun lalu, LTE terdiri 26% dari lalu lintas data keluar dari Asia Pasifik, sedangkan pada 2018 LTE menyumbang 43 persen dari trafik data.

Analisis Syniverse juga mengungkapkan mayoritas (57%) dari trafik data yang keluar dari Asia Pasifik pada 2018 masih berjalan pada teknologi jaringan yang lebih tua, seperti 3G.

Hal ini menunjukkan perlunya operator selular untuk fokus pada peningkatan kemampuan jaringan sebelum Asia Pasifik dapat bergerak maju dengan penggelaran global teknologi baru, seperti 5G.

Teknologi selular generasi kelima ini diyakini akan menjadi bahan bakar bagi terciptanya kota cerdas dan industri berbasis IoT di masa depan.

“Tak dapat dipungkiri, Asia Pasifik adalah pusat inovasi untuk 5G dengan uji coba sudah berlangsung. Tentunya interkonektivitas dan roaming antar negara dan wilayah di tingkat 4G LTE akan menjadi sangat penting dalam mendorong serapan 5G serapan pada skala tertentu di wilayah yang beragam,” kata GM Syniverse John Wick.

Wick menambahkan, LTE adalah teknologi dasar sekaligus awal bagi setiap wilayah yang ingin mencapai tahap selanjutnya, yakni penerapan kota cerdas. Kemampuan IoT dibarengi dengan konektivitas 5G akan memungkinkan tranmisi data dengan kecepatan 100 kali lebih cepat dibandingkan teknologi sebelumnya.

Baca juga: Koneksi Iot Akan Capai 3,5 Miliar pada 2023

Menurut kajian GSMA, proyek 5G dan IoT di kawasan Asia Pasifik dapat menghasilkan pendapatan hingga USD386 miliar pada 2025. Untuk memenuhi potensi tersebut, Syniverse mengatakan bahwa negara-negara di kawasan ini perlu terlebih dahulu meletakkan dasar konektivitas 4G untuk memastikan interoperabilitas antara jaringan 5G dan layanan canggih lainnya beroperasi kemudian.

Latest