Saturday, July 20, 2019
Home Bincang Eksekutif Jerry Soper : 2021, Indonesia Sudah Adopsi Jaringan 5G

Jerry Soper : 2021, Indonesia Sudah Adopsi Jaringan 5G

-

Jakarta, Selular.ID – Implementasi jaringan 5G di seluruh dunia akan dimulai pada tahun 2019 mendatang. Sejumlah penyedia layanan, provider, vendor smartphone dan pemerintah negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia tengah melakukan segala upaya agar jaringan 5G bisa segera digunakan.

Salah satu penyedia layanan network asal Swedia, Ericsson juga tengah melakukan segala persiapan untuk implementasi 5G di seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia.

Berdasarkan laproan Ericsson Mobility Report Juni 2018, implementasi jaringan 5G akan dilakukan pertama kali di Amerika Utara pada akhir tahun 2018 ini atau pertengahan 2019. Ericsson memprediksikan implementasi jaringan 5G secara menyeluruh di seluruh dunia pada tahun 2020 mendatang. Lantas bagaimana implementasi 5G di Indonesia ?

Untuk mengkonfirmasi seputar kesiapan Ericsson dalam pengembangan jaringan 5G di Indonesia, Redaksi Selular.ID berbincang dengan Jerry Soper selaku Presiden Direktur Ericsson Indonesia.

Berikut percakapan Redaksi Selular.ID dengan Jerry Soper:

Baca juga : Tantangan Bisnis Digital, Bagaimana Telkomsel Mensiasatinya?


Kapan jaringan 5G selesai dirampungkan di Indonesia ?

“Saat ini kami sedang berdiskusi dengan banyak pihak seperti pemerintah mengenai regulasi 5G di Indonesia. Mulai dari spektrum yang digunakan, infrastruktur yang dibutuhkan dan sebagainya. Kita juga tengah berdiskusi dengan provider untuk mengembangkan jaringan 5G di Indonesia,” ujar Jerry.

Para provider sendiri sedang mempersiapkan infrastruktur 5G. Kami berharap jaringan 5G akan segera selesai dirampungkan di Indonesia. Ericsson memprediksikan implementasi 5G akan digunakan pertama kali di Indonesia pada 2020 atau 2021 mendatang.

Baca juga : Ericsson Hadirkan Solusi Bagi Operator untuk Berevolusi ke 5G

Tentunya kami tidak bisa berjalan sendiri untuk implementasi 5G di Indonesia, perlu dukungan dari pemerintah Indonesia, provider dan vendor smartphone. Untuk itu, kami tengah bekerjasama dengan pemerintah Indonesia, provider, vendor smartphone dan pihak lainnya untuk pengembangan 5G di Indonesia.

Setiap pihak memiliki peranan masing-masing dalam mengembangkan 5G di Indonesia. Kami bersama provider menyiapkan segala infrastruktur yang dibutuhkan untuk 5G. Peran serta pemerintah Indonesia sangat diperlukan untuk menentukan spektrum yang digunakan untuk 5G, pemindahan frekuensi  dan lain sebagainya.

Tak kalah pentingnya, harus ada perangkat mobile seperti smartphone dan tablet yang sudah mendukung jaringan 5G. Para vendor smartphone harus memproduksi smartphone yang mendukung jaringan 5G. Jika semua proses selesai dirampungkan oleh masing-masing pihak, maka implementasi 5G di Indonesia akan cepat terealisasi.

Apakah Ericsson sudah bekerjasama dengan provider di Indonesia untuk mengembangkan 5G di Indonesia ?

Kami bekerjasama dengan sejumlah provider terbesar di Indonesia untuk implemantasi 5G. Bersama operator, kami mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan untuk implementasi 5G seperti menggunakan teknologi backhaul, broadband, perpindahan frekuensi, memindahkan sejumlah data pada jaringan 5G, memenuhi persyaratan spektrum 5G, koordinasi dengan pemerintah Indonesia terkait regulasi dan persiapan lainnya.

Terkait regulasi 5G, Apakah Ericsson sudah bekerja sama dengan pemerintah Indonesia?

Ericsson sudah bekerjasama dengan pemerintah Indonesia untuk pengembangan jaringan 5G ini. Kami sudah berdiskusi dengan pemerintah Indonesia dan provider mengenai 5G. Pemerintah Indonesia sangat merespon baik kerjasama ini dan siap membantu kami agar implementasi 5G di Indonesia semakin cepat.

Spektrum yang digunakan untuk 5G menjadi salah satu kendala. Namun, kami bersama pemerintah Indonesia dan provider terus berusaha semaksimal mungkin agar proses implementasi 5G di Indonesia segera dirampungkan.  Semoga saja di tahun 2020 atau 2021 mendatang, penerapan jaringan 5G sudah dilakukan di Indonesia.

Menurut Ericsson, sejauh mana kesiapan operator di Indonesia dalam implementasi 5G ?

Kami pikir operator selular di Indonesia sudah memahami infrastruktur yang dibutuhkan dalam implementasi 5G. Namun, prosesnya membutuhkan waktu panjang karena tidak hanya peran serta provider saja untuk mengembangkan 5G. Dibutuhkan kerjasama yang kuat antara kami Ericsson selaku penyedia layanan 5G, provider, pemerintah Indonesia, vendor smartphone dan pihak terkait lainnya.

Kami bersama operator sedang memenuhi regulasi dan persyaratan yang ditetapkan pemerintah untuk jaringan 5G di Indonesia. Saat ini kami melihat provider di Indonesia tengah bekerja keras untuk mempersiapkan jaringan 5G di Indonesia. Kami optimis bahwa Indonesia akan memiliki jaringan 5G yang kuat di masa mendatang.

Jaringan 5G ini juga membuka peluang usaha baru di Indonesia, khususnya developer aplikasi.

Apakah Ericsson sudah bekerjasama dengan vendor smartphone di Indonesia untuk implementasi jaringan 5G ?

Ericsson memiliki laboratorium smartphone sendiri untuk pengujian jaringan 5G. Tak hanya 5G, jaringan 2G, 3G dan 4G juga diuji di laboratorium ini. Kami juga bekerjasama dengan vendor smartphone ternama untuk pengujian jaringan di laboratorium tersebut. Untuk pengembangan jaringan 5G, kami juga tengah bekerjasama dengan vendor smartphone seperti yang kami lakukan sebelumnya.

Baca juga : Ericsson Bangun Laboratorium Inovasi 5G

Kami juga melakukan kerjasama dengan produsen chipset smartphone ternama yakni Qualcomm. Qualcomm akan menjadi produsen chipset pertama yang akan mengadopsi jaringan 5G.

Selain Qualcomm, kami akan bekerjasama dengan produsen chipset lain seperti Intel. Untuk produsen smartphone dan chipset, Ericsson telah bekerjasama sejak lama dari jaringan 2G hingga 5G.

Setelah penerapan jaringan 5G di Indonesia, kira-kira berapa persen pertumbuhan pelanggan provider di Indonesia ?

Masih terlalu dini untuk memprediksikan pertumbuhan pelanggan provider pasca implementasi 5G di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Secara global, Ericsson memprediksikan pada 2023 mendatang jumlah pengguna 5G di seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia menjadi 1 miliar pelanggan. Dari 8 miliar pelanggan provider di seluruh dunia, 1 miliar pelanggan sudah menggunakan jaringan 5G pada tahun 2023 mendatang.

Ericsson Mobility Report Juni 2018 menyebutkan bahwa pelanggan layanan provider untuk jaringan 5G di wilayah Amerika Utara pada tahun 2023 mendatang meningkat sebesar 50%. Diikuti oleh Asia Timur Laut sebesar 34% dan Eropa Barat 21%.

Ericsson global memprediksikan bahwa pertumbuhan jumlah pelanggan provider di seluruh dunia, termasuk Indonesia tidak terlalu signifikan setelah implementasi 5G. Jika dibandingkan dengan pengguna jaringan 4G pasca beralih dari 3G ke 4G, pertumbuhan pengguna jaringan 5G tidak terlalu pesat. Karena para pelanggan provider di seluruh dunia , termasuk Indonesia lebih memilih menggunakan jaringan 4G LTE yang ada saat ini.

Namun, kami berharap setelah implementasi 5G, pelanggan provider di Indonesia terus meningkat. Tercatat, penambahan 6 juta pelanggan provider di Indonesia selama kuatal pertama 2018 menurut Ericsson Mobility Report Juni 2018. Tak menutup kemungkinan jika terjadi lonjakan pengguna provider di Indonesia pasca implementasi 5G.

Ketika 4G diluncurkan beberapa tahun lalu di Indonesia, secara otomatis pengguna layanan provider lebih banyak menggunakan layanan 4G tersebut. Dengan begitu, jumlah pengguna 4G pun bertambah. Kami berharap hal yang sama terulang kembali dengan jaringan 5G di Indonesia.

Mungkin pertumbuhannya tidak terlalu cepat dan tidak terlalu signifikan, membutuhkan proses panjang. Namun, di masa mendatang, ketika jaringan 4G sudah tidak lagi digunakan, pertumbuhan pengguna 5G akan melesat. Untuk peringkat pengguna 5G di Indonesia pun masih belum bisa diprediksi.

Seberapa besar peningkatan pendapatan provider di Indonesia setelah menerapkan jaringan 5G di Indonesia ?

Ericsson memprediksikan pendapatan operator Indonesia bertambah setelah implementasi 5G. Diperkirakan pada tahun 2026 mendatang, pendapatan operator di Indonesia meningkat hingga USD 6 miliar atau setara Rp 86 triliun. Peningkatan pendapatan provider di Indonesia diprediksikan naik sekitar 30% setelah implementasi 5G.

Bagimana dampak jaringan 5G bagi pengguna smartphone di Indonesia ?

Studi Ericsson Consumer Lab bertajuk “Towards a 5G consumer future; Six Calls to Action from consumers for operators to rethink mobile broadband”, mencatat semua pendapat masyarakat Indonesia tentang 5G. Tercatat, 84% pengguna smartphone di Indonesia tertarik dengan layanan 5G. Bahkan 54% diantaranya rela membayar mahal untuk jaringan 5G.

Baca juga : Pengguna Smartphone di Indonesia Siap Beralih ke 5G

66% pengguna smartphone di Indonesia menyatakan bahwa mereka akan mengadopsi 5G dalam waktu dua tahun sejak peluncurannya. Sementara 64% pengguna smartphone di Indonesia mengharapkan mereka tidak perlu lagi membayar tarif internet untuk 5G di masa depan. Sebaliknya, mereka lebih suka membayar biaya tunggal untuk layanan 5G atau untuk setiap perangkat yang terhubung di jaringan tersebut.

Satu hal yang bisa kita lihat adalah orang Indonesia suka menggunakan internet untuk streaming dan download video. Jaringan 5G tentu saja memberikan kecepatan internet lebih tinggi dibandingkan jaringan 4G. 5G juga akan mengaktifkan banyak aplikasi dan teknologi baru.

Salah satu kelebihannya adalah 5G memiliki latensi yang sangat rendah dan kecepatan yang sangat tinggi dalam internet. Disamping itu, teknologi 5G juga akan menghemat pulsa dan kuota internet serta menghemat daya tahan baterai smartphone.

Jadi kami berpikir bahwa akan ada banyak aplikasi yang digunakan pengguna smartphone di Indonesia. Dimana masing-masing aplikasi tersebut membutuhkan koneksi yang stabil.

Selain smartphone, apa dampak jaringan 5G bagi perangkat IoT di Indonesia ?

Kami yakin bahwa 4G akan menjadi teknologi dasar implementasi 5G di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Saat ini perkembangan perangkat IoT semakin berkembang pesat. Kami memperkirakan bahwa pada tahun 2023 akan ada 3,5 miliar perangkat IoT di seluruh dunia.

Ini menunjukan peningkatan lebih besar dari harapan kami sebelumnya. Aplikasi yang mendukung perangkat IoT dan jaringan 5G pun nantinya akan bertambah banyak. Kami yakin bahwa developer Indonesia akan membuat aplikasi unik dengan konten lokal.

Salah satu hal utama untuk migrasi 4G ke 5G adalah latensi rendah. Latensi  rendah inilah yang akan mendorong para developer lokal tanah air dalam mengembangkan aplikasi baru berbasis 5G yang mendukung smartphone dan IoT. Kami yakin aplikasi ini akan meningkatkan jumlah perangkat yang terhubung ke jaringan 5G, tak hanya smartphone saja.

Layanan 4G LTE juga akan menjadi penunjang ekosistem 5G. Kombinasi kedua jaringan tersebut akan menciptakan ekosistem baru di dunia telekomunikasi.

Seberapa besar teknologi IoT seluler seperti NBT-IoT dan Cat M1 mendorong pertumbuhan perangkat IoT di seluruh dunia, termasuk Indonesia ?

Penerapan teknologi IoT seluler seperti NBT-IoT dan Cat M1 akan terus diperluas penggunaanya. Kami harap teknologi tersebut mampu diimplementasikan di Indonesia. Para developer aplikasi global akan membawa teknologi tersebut ke Indonesia.

Karena di Indonesia sendiri teknologi ini belum optimal karena masih ada kendala dan persyaratan khusus yang harus dipenuhi. Mungkin setelah jaringan 5G digunakan di Indonesia, teknologi tersebut akan lebih optimal.

Teknologi IoT inilah yang mampu mendorong pertumbuhan pendapatan provider pasca implementasi 5G di Indonesia. Kami memprediksikan layanan 5G secara global akan mengalami peningkatan besar dalam konektivitas, perangkat dan aplikasi.

Di Indonesia, Industri apa saja yang akan menerapkan 5G ?

Pada dasarnya hampir setiap industri di Indonesia berpotensi menggunakan jaringan 5G. Penerapan 5G juga akan dilakukan di beberapa sektor industri di Indonesia seperti pertanian, manufaktur, pabrik dan lainnya. Karena industri tersebut membutuhkan koneksi stabil dari 5G dan masiing-masing industri tersebut akan meluncurkan aplikasi baru yang dapat mendukung jaringan 5G.

Di sektor industri manufaktur, pabrik otomotif dan lainnya akan memanfaatkan jaringan 5G. Jaringan 5G nantinya akan digunakan untuk berbagai segmen industri tak hanya untuk pengguna smartphone saja.

Industri pertambangan misalnya, penerapan 5G akan dibutuhkan untuk penggalian, bor, dan sebagainya. Jaringan 5G ini untuk mengontrol jalannya aktivitas pekerjaan tambang melalui aplikasi. Dengan begitu, para pengawas tidak perlu terjun langsung ke lokasi pertambangan, cukup mengontrol melalui aplikasi pada smartphone dan perangkat lain.

Selain pertambangan, pabrik juga membutuhkan jaringan 5G. Fungsinya hampir sama yakni mengontrol jalannya pekerjaan di pabrik. Saat ini hampir semua pabrik masih menggunakan proses manual dalam produksi.

Semua peralatan produksi masih menggunakan kabel. Dengan 5G, nantinya peralatan tersebut tidak perlu terhubung ke kabel. Kedepannya kami mengira semua sektor industri di Indonesia akan menggunakan jaringan 5G.

Industri apa yang lebih dulu mengadopsi 5G di Indonesia ?

Operator merupakan industri pertama kali yang akan mengadopsi jaringan 5G. Karena provider yang pertama kali menggunakan jaringan 5G untuk memberikan layanan internet lebih cepat dan stabil kepada para pelanggannya.

Terbukti, jaringan 5G memiliki koneksi internet lebih cepat 10 hingga 100 kali daripada layanan 4G. Setelah operator, barulah sektor industri lain mengikuti jejaknya dalam adopsi 5G di Indonesia.

Latest