Jakarta, Selular.ID – Terkait kasus pembunuhan di India, WhatsApp mengumumkan bahwa perusahaan akan membatasi berapa kali pesan dapat diteruskan. Hal ini dilancarkan demi mengurangi penyebaran informasi palsu pada aplikasi perpesanan instannya.

Peraturan baru ini diumumkan WhatsApp seiring dengan peristiwa pembunuhan massal yang setidaknya telah menewaskan 18 orang di India sejak April 2018. Beberapa media lain bahkan menyebutkan jumlah korban tewas sebenarnya lebih banyak.

Peristiwa pembunuhan ini dikaitkan dengan berita palsu penculikan anak yang beredar melalui WhatsApp. Pesan berantai tersebut telah menyebabkan orang-orang di India menyerang orang asing yang mereka curigai. Terkait peristiwa ini, polisi pun mengatakan bahwa mereka sangat kesulitan untuk meyakinkan orang-orang bahwa itu hanyalah berita palsu.

BACA JUGA:
Serangan Cyber Bukan Penyebab Layanan Facebook CS Down

Dilansir dari BBC News, Minggu (22/07), Kamis lalu, pemerintah India kembali memberikan peringatan kepada WhatsApp, dan menyatakan bahwa pemerintah akan membawa masalah ini ke jalur hukum jika perusahaan tetap diam melihat peristiwa semacam ini.

WhatsApp sendiri mengatakan bahwa para penggunanya di India meneruskan lebih banyak pesan, foto, dan video dibandingkan negara lainnya di dunia. Ini dikarenakan India merupakan pasar terbesar WhatsApp dengan penggunanya yang sudah mencapai 200 juta lebih.

BACA JUGA:
Facebook Akan Satukan WhatsApp, Instagram, dan Messenger Dalam Berkirim Pesan

Dalam blog yang dipublikasikan di situs resmi WhatsApp, perusahaan akan meluncurkan fitur uji coba yang akan membatasi penerusan pesan, dan fitur ini akan berlaku bagi seluruh pengguna WhatsApp.

Khusus untuk negara India, fitur penerusan pesan ini akan dibatasi lebih jauh lagi. Juru bicara WhatsApp untuk India mengatakan bahwa pengguna hanya dapat meneruskan satu pesan sebanyak lima kali saja. Namun, peraturan baru dianggap tidak akan menghentikan anggota lain di dalam grup untuk meneruskan pesan ke lebih dari lima obrolan pribadi mereka sendiri.

BACA JUGA:
Waspada, Penipuan Tiket Gratis di WhatsApp

Dengan ditetapkannya peraturan baru ini, WhatsApp berharap dapat mengekang jumlah pesan yang diteruskan. Disamping itu, perusahaan juga akan menghapus tombol “penerusan dengan cepat” disamping pesan yang berupa foto atau video.