Monday, April 22, 2019
Home News Terancam Ditutup, Pemerintah AS Minta ZTE Penuhi Kesepakatan

Terancam Ditutup, Pemerintah AS Minta ZTE Penuhi Kesepakatan

-

Jakarta, Selular.ID – Beberapa waktu lalu, ZTE terundung kasus perdagangan dan pengiriman barang ilegal dengan pemerintah Amerika Serikat (AS). Presiden Amerika Serikat sendiri Donald Trump, telah mengizinkan ZTE beroperasi kembali setelah membayar denda dan merubah formasi manajemennya.

Dikutip dari laman Ubergizmo, ZTE telah menjalani kesepakatan dengan pemerintah Amerika Serikat.

ZTE sudah membayar denda sebesar USD1 miliar atau setara Rp 13 triliun dan USD400 juta atau senilai Rp5 triliun untuk masa mendatang kepada escrow.

ZTE juga diberikan kesempatan 30 hari untuk merombak tim eksekutifnya. Mereka juga harus bekerja dengan tim yang dipilih pemerintah AS untuk memastikan bahwa ini tidak terjadi lagi.

Hal ini juga telah diperingatkan oleh penasihat perdagangan Gedung Putih, Peter Navarro.

“Kesepakatan ini merupakan isyarat untuk membantu membangun hubungan baik dengan pemerinah Tiongkok. Presiden Donald Trump melakukan ini sebagai bantuan pribadi kepada presiden Tiongkok sebagai cara menunjukkan beberapa niat baik untuk upaya yang lebih besar seperti yang dilakukan di Singapura. Jika kesepakatan ini dilanggar, maka ZTE akan ditutup oleh pemerintah Amerika Serikat,” tegas Peter.

Kasus yang dilakukan ZTE tersebut, nyaris membuat perusahaan teknologi Tiongkok ini ditutup. Sebelum kesepakatan ini, pemerintah AS melarang ZTE menjual komponen hardware  mereka ke perusahaan AS.

Baca juga: Donald Trump Izinkan ZTE Beroperasi Kembali di AS

Jika dibiarkan terus menerus, maka imbasnya ZTE akan ditutup. Pemerintah AS terus mengingatkan ZTE agar segera memenuhi isi kesepakatan yang belum diselesaikan. Jika tidak segera diselesaikan, maka terpaksa ZTE dialarang beroperasi di AS.

Subscribe to Selular Newsletter

Dapatkan berita menarik seputar harga smartphone terbaru dan informasi telekomunikasi Indonesia.

Latest