Jakarta, Selular.ID – Pengiriman wearable device di seluruh dunia tumbuh hanya 1,2% tahun-ke-tahun selama kuartal pertama 2018. Pertumbuhan tersebut terlihat lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2017, disebabkan pelambatan dalam volume produk dasar. Demikian riset IDC yang dipublikasikan belum lama ini.

Menurut kajian IDC, pengiriman perangkat dasar menurun sebesar 9,2% tahun ke tahun, namun permintaan untuk produk-produk smart wearable yang cenderung berharga lebih mahal justru tumbuh signifikan, mencapai 28,4%. Hal ini menujukkan terjadi pergeseran selera konsumen, seiring dengan tumbuhnya gaya hidup sehat berbasis perangkat digital.

IDC menyimpulkan, secara total, terdapat 25,1 juta unit pengiriman wearable device sepanjang kuartal pertama 2018.

Jitesh Ubrani, analis riset senior untuk IDC Mobile Device Trackers menyebutkan bahwa, penggunaan berbagai sensor tambahan dan peningkatan algoritme memungkinkan produk-produk terbaru yang dikeluarkan oleh sejumlah pemain, seperti Fitbit dan Apple, mampu membantu mengidentifikasi penyakit dan gangguan kesehatan lainnya secara bersamaan.Hal ini memicu tumbuhnya ceruk pasar baru.

BACA JUGA:
Mimpi Punya Huawei Mate 20 Pro Makin Bisa Terwujud

“Sekitar sepertiga dari semua wearable device termasuk konektivitas seluler di kuartal ini, memungkinkan pasar terus bertumbuh karena konsumen semakin peduli dengan kesehatan mereka”, ujar Jitesh.

Sejauh ini jam tangan dan band pergelangan tangan menyumbang 95% pengiriman selama Q1 2018. Menariknya ada pertumbuhan di sektor lain, yakni pakaian bermuatan sensor yang tercatat tumbuh hingga 58,6% tahun ke tahun, dengan mayoritas adalah sepatu penghitung langkah.

Baca juga: Pelacak Kegiatan Fitness Terbaik 2018

Tak dapat dipungkiri, pamor perangkat wearable meningkat karena faktor kesehatan dan gaya hidup. Hal ini menjadi proposisi sekaligus nilai kunci di balik tumbuhnya permintaan terhadap produk tersebut.

Namun menurut Ramon Llamas, Direktur riset untuk tim Wearable IDC, proporsi di masa depan akan dapat diperluas ke banyak hal. Seperti fitur pembinaan, modifikasi audio dan terjemahan bahasa, perangkat yang dikenakan di pergelangan tangan lainnya berfokus pada keselamatan pribadi, serta jam tangan yang terhubung dengan anak-anak untuk memastikan agar orang tua bisa terus memantau buah hatinya.

BACA JUGA:
Fitbit Inspire dan Inspire HR Resmi Hadir

Saat ini pangsa pasar teratas masih dikuasai oleh beberapa merek terkenal, seperti Apple, Xiomi, FitBit, Huawei dan Garmin.

“Namun di luar pemimpin pasar, ada banyak vendor lain yang berusaha merintis jalan mereka sendiri di pasar wearable”, kata Ramon.

Vendor Teratas

IDC mengungkapkan hingga kuartal pertama 2018, Apple masih memimpin pasar. Pengapalan Apple Watch tumbuh 13,5% tahun-ke-tahun, karena vendor mendorong varian Watch yang terhubung seluler ke pasar tambahan, sehingga membuka aliran pendapatan baru bagi operator. Dengan strategi tersebut, perusahaan mampu meningkatkan pangsa pasar menjadi 16,1% dibandingkan 14,3% pada periode yang sama tahun lalu.

BACA JUGA:
Huawei Klaim No.3 di Indonesia

Xiaomi menempati posisi kedua, dengan pangsa pengiriman unit mencapai 14,8%. Meski demikian biaya rendah perangkatnya juga hanya menangkap 1,8% dari nilai dolar pasar, yang merupakan perbedaan penting dibandingkan Apple yang mampu meraup jutaan dollar karena segmen pasar premium.

Baca juga: Debut di Indonesia, Fitbit Tawarkan Smartwatch Versa

Vendor asal Amerika Fitbit berada di peringkat ketiga. Pangsa pasarnya terlihat menurun, meskipun varian terbaru, yakni Versa menikmati beberapa keberhasilan awal. IDC mengatakan lebih dari 2 juta pengguna telah melihat fitur pemantauan kesehatan wanita yang baru, karena perusahaan tetap fokus pada kesehatan dan kebugaran.

Huawei mengambil tempat keempat, karena menggunakan sub-merek Honor untuk menargetkan pengguna yang lebih muda.