Thursday, June 27, 2019
Home News Telco Indosat Ooredoo Ubah Strategi Jualan

Indosat Ooredoo Ubah Strategi Jualan

-

Jakarta, Selular.ID – Meski tidak menyebut angka, Indosat Ooredoo mengakui adanya penurunan jumlah pelanggan berdasarkan data rekonsiliasi registrasi kartu prabayar. Penurunan itu bisa juga diartikan berkurangnya pendapatan. Guna menaikkan pemasukan uang kas, Indosat Ooredoo mengubah strategi berjualannya.

“Kita mau mengubah yang namanya push. Push kita kurangin. Kita coba cari tambahan dengan cara yang lebih natural. Nggak lagi pakai Starter Pack, lebih banyak pakai Voucher. Itu semua yang kita jalanin sekarang,” ucap Joy Wahyudi, CEO & Dirut Indosat OOredoo, pada acara Buka Puasa Bersama di Jakarta, Jumat (1/6/2018).

Bukan hanya Indosat Ooredoo, hampir setiap operator selular nasional sebelumnya mendorong (push) para seller untuk menjual SP (nomor perdana). Namun sejak akhir tahun lalu semuanya berubah. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membatasi satu orang dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) e-KTP hanya boleh melakukan registrasi mandiri maksimal tiga nomor kartu SIM.

“Tentunya kita akan adjust (menyesuaikan). Pasarnya berubah nggak, konsumennya berubah nggak. Karena bisa aja konsumen adaptasi sendiri. Misalnya dia bawa KTP tiap kali pergi. Konsumen gampang beradaptasi,” paparnya.

Namun pada awal Mei 2018, Kominfo memutuskan bahwa satu NNIK bisa digunakan untuk mendaftarkan lebih dari 3 nomor kartu SIM dan tak memiliki batasan. Artinya pengguna bisa memiliki lebih dari tiga nomor SIM asalkan dengan syarat, operator seluler yang bersangkutan melaporkan NIK yang mendaftarkan banyak nomor setiap tiga bulan secara berkala.

“Sesuai aturan PM-nya, berarti setiap NIK sekarang diperbolehkan lebih dari 10 nomor. Itu juga bisa mengubah pola. Dulu kan gak boleh lebih dari tiga. Sekarang kan unlimited. Yang penting ada alasannya,” terang Joy.

Kendati demikian, Joy menekankan polanya akan berbeda dengan sebelumnya.

“Karena sekarang nggak bisa sembarangan daftar. Toko mungkin bisa jualan SP tapi (nomornya) tidak aktif dan sudah di-inject dengan paket. Jadi itu sebenarnya sama dengan voucher,” tutur Joy.

Penjualan isi ulang biasa menurut Joy sudah berkurang dan pindah ke paket-paket. Sekarang paket itu bisa dalam bentuk perdana atau voucher.

“Karena peraturannya sekarang berubah, bisa lebih dari tiga nomor, mungkin game SP tetap bisa jalan, tapi gak se-masif dulu. Dulu kan bebas, sekarang ada restriction (batasan),” pungkasnya.

Latest