Jakarta, Selular.ID – Meski terbilang prospektif dan mulai menjadi trend di masyarakat, namun permintaan terhadap wearable device atau perangkat yang langsung digunakan masih cenderung naik turun. Tengok saja laporan terbaru IDC. Lembaga riset itu mencatat pengiriman produk-produk ini di seluruh dunia tumbuh hanya 1,2% tahun-ke-tahun selama kuartal pertama 2018.

Pertumbuhan tersebut terlihat lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2017. Utamanya disebabkan oleh pelambatan dalam volume produk dasar yang menurun sebesar 9,2% tahun ke tahun.

Namun IDC juga mencatat, permintaan untuk produk-produk smart wearable yang cenderung berharga lebih mahal justru tumbuh signifikan, mencapai 28,4%. Hal ini menujukkan terjadi pergeseran selera konsumen, seiring dengan tumbuhnya gaya hidup sehat berbasis perangkat digital.

IDC menyimpulkan, secara total, terdapat 25,1 juta unit pengiriman wearable device sepanjang kuartal pertama 2018.

(Baca : https://selular.id/2018/06/sepanjang-q1-2018-pertumbuhan-wearable-device-melambat/)

Tak dapat dipungkiri, pamor perangkat wearable meningkat karena faktor kesehatan dan gaya hidup. Hal ini menjadi proposisi sekaligus nilai kunci di balik tumbuhnya permintaan terhadap produk tersebut.

BACA JUGA:
Smart Integration Dorong Pertumbuhan Wearable Device

Namun menurut Ramon Llamas, Direktur Riset untuk tim Wearable IDC, proporsi di masa depan sesungguhnya dapat diperluas ke banyak hal. Seperti fitur coaching, modifikasi audio dan terjemahan bahasa, juga perangkat yang dikenakan di pergelangan tangan lainnya yang berfokus pada keselamatan pribadi.

Ceruk pasar lain yang diprediksi punya masa depan cerah, adalah jam tangan yang terhubung dengan anak-anak untuk memastikan agar orang tua bisa terus memantau buah hatinya.

Saat ini pangsa pasar teratas masih dikuasai oleh beberapa merek terkenal, seperti Apple, Xiomi, FitBit, Huawei dan Garmin.

Baca juga: Xiaomi dan Fitbit Terus Pimpin Pasar Wearable Device

“Namun di luar pemimpin pasar, ada banyak vendor lain yang berusaha merintis jalan mereka sendiri di pasar wearable”, kata Ramon.

Sejalan dengan trend dan juga mengacu pada riset IDC tersebut, Fitbit meluncurkan perangkat Ace Tracker, wearable pertama untuk anak-anak, yang bertujuan untuk membuka segmen pertumbuhan baru untuk mengimbangi penurunan dalam bisnis utamanya.

BACA JUGA:
Samsung: Galaxy M Series Bukan untuk Melawan Xiaomi

Ace tracker telah diluncurkan pada Maret lalu. Produk ini dirancang untuk memotivasi anak-anak berusia delapan tahun ke atas untuk aktif.

Pengguna akan memiliki akses ke statistik termasuk jumlah langkah yang diambil, menit aktivitas dan waktu yang dihabiskan untuk tidur. Fitbit juga memuat berbagai tantangan keluarga, pesan perayaan dan lencana untuk mencapai tujuan.

Tak dapat dipungkiri, anak-anak kini sedang dilihat sebagai jalan baru bagi para pembuat perangkat seperti Fitbit untuk mengejar keuntungan karena pertumbuhan penjualan mulai mandeg.

Memang, saat memulai debut Ace Tracker, Fitbit mengatakan penelitian menunjukkan 75 persen dari orang tua menyatakan minat dalam menggunakan pelacak kebugaran untuk membantu anak-anak mereka agar terus aktif ditengah kecenderungan ‘mager’ (malas gerak) karena kecanduan gadget.

Seperti halnya FitBit, vendor China Coolpad juga melihat peluang yang sama. Pada Februari lalu, Coolpad mengungkapkan akan meluncurkan smartwatch di AS menjelang akhir 2018.

BACA JUGA:
Pasar Smartwatch Meroket

Perangkat akan dijalankan Qualcomm Snapdragon Wear chipset, dan dirancang untuk bertindak sebagai ponsel, jam tangan, GPS, pelacak aktivitas, dan platform pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak.

John Choi, VP Perencanaan Produk Baru dan Inovasi Coolpad, mengatakan bhawa perangkat itu dimaksudkan untuk mengisi celah bagi orang tua yang ingin tetap terhubung dengan anak-anak berusia antara enam dan sebelas tahun yang mungkin belum memiliki smartphone.

“Pasar dalam kategori ini telah berkembang. Penelitian kami menunjukkan ada 20% ditambah peningkatan minat smartwatches anak-anak di AS antara 2016 dan 2017, dan kami berharap tren ini terus berlanjut”, kata John Choi.

Namun kedua perusahaan harus bersaing dengan Garmin, yang pertama kali meluncurkan produk yang dapat dikenakan untuk anak-anak pada September 2016. Begitu pun dengan LG. Vendor asal Korea itu menawarkan pelacakan GPS dan kemampuan komunikasi yang terbatas dalam seri Gizmo yang berorientasi pada anak.