Tuesday, April 23, 2019
Home News Pengamat : Registrasi Kartu SIM Bisa Cegah Terorisme

Pengamat : Registrasi Kartu SIM Bisa Cegah Terorisme

-

Jakarta, Selular.ID – Polemik registrasi SIM Card di Indonesia tak kunjung usai. Sejumlah masalah masih saja terjadi ketika melakukan proses registrasi. Misalnya, gagalnya proses registrasi yang dilakukan para pengguna ponsel, data palsu, kebocoran data dan lainnya.

Sebenarnya banyak dampak positif yang ditimbulkan berkat registrasi kartu SIM ini. Salah satunya mengurangi tindak terorisme di Indonesia. Apalagi jika data-nya memang terbukti keakuratannya, jelas mampu mencegah terjadinya kembali kasus terorisme di tanah air karena data tersebut bisa dilacak dengan mudah.

“Harusnya registrasi kartu SIM bisa membantu banyak dalam mendeteksi dan memberantas terorisme. Dengan registrasi, maka secara otomatis setiap nomor ponsel terkait langsung dengan data kependudukan. Kalau nomor tersebut digunakan untuk tujuan negatif tentunya akan dapat langsung terlacak ke ID yang mendaftar,” ucap Alfons Tanujaya, Pengamat Sekuriti PT. Vaksincom melalui pesan singkat dengan SelularID.

Alfons Tanujaya, Pengamat Sekuriti PT. Vaksincom (Source:Linkedin)

Menurutnya, satu hal yang paling penting adalah kevalidan data registrasi tersebut.

“Sejumlah pihak seperti Kominfo, provider dan terutama Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) harus mengawasi proses registrasi kartu SIM tersebut untuk memastikan keakuratan datanya. Data Dukcapil harus benar benar akurat. Kalau datanya palsu yah percuma,” jelas Alfons.

Dijelaskan Alfon, Dukcapil harus menjaga keamanan databasenya dan memastikan data penduduk yg dimasukkan otentik. Alfons mengatakan bahwa proses registrasi SIM card sudah lebih baik dibandingkan sebelumnya yang tidak dimonitor dengan baik.

“Kominfo dan provider bisa melakukan dengan pengawasan ketat atas pendaftaran SIM card dan membatasi serta mengawasi pendaftaran berganda. Menyaring NIK palsu yg seringkali disalahgunakan untuk daftar berulang-ulang. Kalau perlu di blokir. Selain itu, juga perlu disediakan cara untuk cross cek nomor nik apakah disalahgunakan oleh orang lain atau tidak,” terang Alfons.

Dia menekankan perlu dilakukan pembatasan pendaftaran NIK untuk banyak nomor oleh provider. Ini bisa dilakukan di sistem provider sendiri tanpa melibatkan kelurahan, paparnya. Terkait aksi terorisme, jelas menurut Alfons registrasi kartu SIM ini berpengaruh besar.

“Selama ini kalau mau pakai SIM baru hanya tinggal beli saja dan bisa langsung pakai untuk tujuan negatif. Melalui pendaftaran, berarti pemilik SIM harus menyediakan data kependudukan sesuai identitas aslinya,” ungkap Alfons.

Alfons merasa kesadaran masyarakat akan registrasi kartu juga cukup rendah. Seharusnya provider dan Kominfo terus mengedukasi para pemilik SIM untuk segera mendaftarkan data diri mereka.

“Guna mendorong masyarakat dalam registrasi, provider bisa memberikan penawaran menarik seperti paket harga lebih murah untuk post paid. Sedangkan dari sisi Kominfo sendiri harus bertindak tegas kepada operator yang tidak mewajibkan penggunanya dalam registrasi. Jika masih melanggar, bekukan izin nya. Karena ini sudah menyangkut keamanan masyarakat,” tutup Alfons.

Subscribe to Selular Newsletter

Dapatkan berita menarik seputar harga smartphone terbaru dan informasi telekomunikasi Indonesia.

Latest