Jakarta, Selular.ID – ZTE tersandung kasus perdagangan dan pengiriman barang ilegal dengan pemerintah Amerika Serikat (AS) beberapa waktu lalu.

Vendor teknologi asal Tiongkok ini dinilai tidak mematuhi perjanjian perdagangan dengan mengirim barang serta teknologi ke Iran dan Korea Utara secara ilegal.

Pemerintah AS melarang sejumlah perusahaan di AS menjual komponen peralatan telekomunikasi kepada ZTE selama tujuh tahun ke depan.

Sanksinya berupa pinalti kepada ZTE sebesar USD1,19 miliar atau senilai Rp16 Triliun. ZTE pun setuju membayar denda tersebut. Tak hanya itu, ZTE harus memberhentikan bebebrapa staff nya.

BACA JUGA:
Sebar Undangan, Smartphone 5G ZTE Ditenagai Snapdragon 855

Kini pemerintah AS dan Tiongkok telah melakukan kesepakatan untuk meringankan sanksi ZTE.

Dikutip dari laman The Wall Street Jurnal, Presiden AS, Donald Trump akan mencabut pinalti ZTE dan larangan perusahaan AS menjual hardware dan software kepada ZTE setelah keringanan hukuman diberikan.

Saat ini proses peringanan hukuman sedang dilakukan oleh kedua belah pihak.

Denda yang diberikan tersebut dirasa cukup besar sehingga mengindikasikan kebangkrutan ZTE jika tetap dibayarkan.

Kemungkinan isi perjanjian tersebut nantinya akan mengurangi jumlah denda yang dibayarkan ZTE sesuai dengan kemampuan finansial ZTE.

BACA JUGA:
Trump Segera Sahkan Larangan Penggunaan Teknologi China

Putusan tersebut juga nantinya akan mengharuskan ZTE untuk memberhentikan karyawannya.

Saat ini ZTE merupakan vendor ponsel keempat terbesar di AS. Pemerintah Tiongkok akan menghapus produk pertanian AS.

“Pemerintah AS tidak berniat untuk membuat ZTE pailit. Tidak heran jika Presiden Xi meminta Presiden Trump untuk tetap menyelidiki ZTE,” ujar Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin.”

Dalam postingan twitter-nya, Donald Trump akan bekerjasama dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan kasus ini.

BACA JUGA:
James Jones: Vendor Network 5G AS Lebih Aman Daripada China

Pekan ini dijadwalkan Menteri Luar Negeri Cina, Wang Yi akan melanjutkan pembicaraan tentang ZTE, kata pejabat yang terlibat dalam perjalanannya.

Baca juga: Sanksi Terhadap ZTE dan Huawei, Apa Sesungguhnya yang Terjadi?

Menteri Perdagangan Wilbur Ross, yang menangani kasus ZTE, dijadwalkan untuk pergi ke Beijing pekan depan. Semoga pecan ini kasus ZTE segera terselesaikan.

Karena jika kasus ini tidak segera diseleseikan, maka akan memperburuk hubungan AS dan China.