Wednesday, November 20, 2019
Home News Dituntut Warga Indonesia Atas Kebocoran Data, Facebook Bungkam

Dituntut Warga Indonesia Atas Kebocoran Data, Facebook Bungkam

-

Jakarta, Selular.ID – Kasus kebocoran data pengguna Facebook yang disebabkan oleh Cambridge Analytica berujung malapetaka. Seluruh pengguna Facebook di seluruh dunia merasa dirugikan. Tercatat, 87 juta pengguna facebook di seluruh dunia yang datanya telah dicuri. Di Indonesia sendiri, sebanyak 1 juta pengguna merasa dirugikan akibat pencurian data mereka.

Merasa dirugikan, masyarakat Indonesia yang tergabung dalam dua kelompok yakni Indonesia ICT Institute (IDICTI) dan Lembaga Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat Informasi Indonesia (LPPMII), melajukan gugatan kepada Facebook.

Gugatan tersebut telah didaftarkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin 7 Mei 2018. Kedua penggugat menunjuk kuasa hukum dari advokat Kantor Hukum Equal & Co, Counselours and Attourneys at law.

Mengacu pada pasal 15 ayat 2 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor: 82 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik menyebutkan bahwa,”Jika terjadi kegagalan dalam perlindungan data pribadi yang dikelola, Penyelenggara Sistem Elektronik wajib memberitahukan secara tertulis kepada Pemilik Data Pribadi”.

“Hingga saat ini, Facebook tidak pernah menginformasikan atau memberitahukan secara tertulis kepada kami masyarakat Indonesia sebagai penggunanya terkait kebocoran data kami. Untuk itulah kami mengajukan gugatan kepada Facebook agar dapat mempertanggung jawabkan hal ini,” ujar sang penggugat melalui surat gugatan Facebook yang diterima SelularID.

Penggugat menuntut ganti rugi kepada Facebook dan Cambridge Analytica kerugian materiil dan immateriil atas kebocoran data pengguna tersebut. Untuk kerugian materiil, penggugat menuntut Facebook dan Cambridge Analytica, membayar ganti rugi Rp 21,93 miliar. Kerugian materil ini berdasarkan biaya yang digunakan pengguna Facebook dalam mengakses jejaring sosial tersebut.

Sementara kerugian immateriil, penggugat meminta Rp 10,96 triliun. Dampaknya kerugian ini, pengguna Facebook merasa tidak aman. Tak sampai disitu saja, penggugat juga meminta pengadilan menghukum tergugat membayar uang paksa sebesar Rp1 juta per hari. Dikarenakan terlambat memenuhi isi putusan terhitung sejak putusan mempunyai kekuatan hukum yang tetap (incracht).

Dalam gugatannya, diminta Facebook Indonesia dan Cambridge Analytica, meminta maaf secara tertulis dan terbuka kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia. Terutama pengguna Facebook Indonesia. Ini harus dilakukan selama 7 hari berturut-turut di media massa nasional baik cetak, online maupun elektronik, sejak putusan ini berkekuatan hukum tetap.

Sang penggugat juga meminta pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kominfo untuk memblokir layanan Facebook. Bahkan mereka menyarankan Kominfo untuk menutup segala kegiatan operasional Facebook Indonesia di gedung perkantoran Capital Place Lantai 49 Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Hingga saat ini pemerintah Indonesia melalui Kominfo dan Kepolisian RI sedang mengusut tuntas kasus pencurian data tersebut.

Untuk mengklarifikasi hal ini, tim SelularID mencoba menemui perwakilan Facebook Global yang datang menemui Kominfo untuk membahas kasus tersebut. Sayangnya, Facebook belum bisa memberikan jawaban apapun terkait kasus gugatan yang diajukan penggunanya.

“Saat ini kami masih menunggu proses audit dirampungkan oleh pemerintah Inggris,” tukas Simon Milner, VP Public Policy Facebook Asia Pasific kepada SelularID di kantor Kominfo, Jakarta, Senin (7/5/2017).

Tak merasa puas, SelularID meminta tanggapan dari Rudiantara selaku Menkominfo di tempat yang sama.

“Sebagai korban yang dirugikan, kami rasa sah-sah saja masyarakat Indonesia menggugat Facebook atas pencurian data,” ucap Menkominfo, Rudiantara.

Baca juga: Sebabkan Perpecahan, Kominfo Ancam Tutup Facebook

Menurutnya, jika proses audit nya tidak selesai dalam 3 bulan, pihak Kominfo akan memberikan sanksi tegas berupa penutupan sementara layanan Facebook.

Latest