Saturday, October 19, 2019
Home News Feature Belanja Iklan 2017, Berapa yang Sudah digelontorkan Oppo dan Vivo?

Belanja Iklan 2017, Berapa yang Sudah digelontorkan Oppo dan Vivo?

-

Jakarta, Selular.ID – Dalam tiga tahun terakhir, dua vendor asal China, Oppo dan Vivo, terus menggenjot aktifitas pemasaran. Ambisi untuk meningkatkan market share sekaligus menggusur Samsung dari posisi puncak, membuat kedua brand yang masih dalam satu induk usaha itu rela menggelontorkan dana promosi yang tak sedikit.

Merujuk pada laporan Nielsen Advertising Intelligence (Ad Intel), dari total belanja iklan sebesar Rp146 triliun sepanjang 2017 lalu, sebanyak Rp3,2 triliun berasal dari belanja iklan produk selular.

Nielsen Ad Intel mencatat, televisi masih menjadi media pilihan utama untuk beriklan. Samsung berada di urutan pertama belanja iklan tertinggi untuk kategori ponsel dengan total belanja iklan lebih dari Rp1 triliun, 95% diantaranya untuk iklan televisi. Vivo menyusul dengan total belanja iklan mencapai Rp824 miliar dengan penempatan iklan 99 persen di televisi.

Pengiklan terbesar ketiga adalah Oppo dengan total belanja iklan sebesar Rp461 miliar dengan porsi 96 persen di televisi. Di urutan keempat adalah Advan yang aktif beriklan di televisi (98%) dengan total belanja iklan Rp202 miliar, kemudian Lenovo dengan total belanja iklan Rp154 miliar dengan 80% adalah iklan televisi.

Secara umum, pendekatan yang dilakukan Vivo dan Oppo adalah menggabungkan kampanye produk di dalam tayangan program (in-program ads) dengan jeda komersial (commercial break). Namun langkah Vivo terbilang lebih ‘out of box’, karena berani mengikat banyak stasiun TV untuk menayangkan langsung, program khusus selama sekitar tiga jam.

Vivo menggandeng 12 stasiun TV di Tanah Air termasuk TVRI saat memperkenalkan varian V9 pada April 2018 lalu. Langkah yang sama dilakukan Vivo saat meluncurkan V7 pada September 2017, dengan menggandeng 9 stasiun TV swasta.

Ini adalah kali pertama sebuah brand mampu menggandeng banyak stasiun TV dalam bentuk blocking program pada jam yang sama.

Agresifitas dalam beriklan terbukti dapat mengatrol citra brand sekaligus pencapaian penjualan kedua vendor tersebut. Vivo misalnya, pasca gelontoran dana promosi di banyak media, terutama TV mampu menyodok ke posisi lima besar.

Survey IDC mengungkapkan, Vivo menguasai 6% pangsa pasar di Indonesia pada kuartal keempat 2017. Artinya Vivo mampu mempertahankan posisi tersebut, karena di kuartal sebelumnya, mereka juga sudah nangkring di posisi tersebut untuk kali pertama.

Bagaimana dengan Oppo? IDC menyebutkan bahwa pangsa pasar Oppo terus melonjak signifikan. Per kuartal keempat 2017, Oppo sukses merengkuh 22,9%.

Strategi memperluas pendekatan pemasaran di luar dukungan selebritis (brand ambassador), dan melakukan kerjasama dengan game mobile populer serta produk kecantikan, terbukti dapat memenuhi target segmen konsumen yang diincar Oppo.

Lebih jauh, IDC mengungkapkan, khusus untuk penguasaan market share smartphone di Indonesia per kuartal keempat 2017, berturut-turut di posisi pertama Samsung 31%, Oppo 25%, Vivo 11%, Advan 8%, Xiaomi 7%, dan vendor lainnya (18%).

Latest