Jakarta,Selular.ID – Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia mengumumkan selesainya proses penataan ulang frekuensi jaringan komunikasi atau  refarming frekuensi 2,1 GHz oleh operator seluler di Indonesia.

Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika menjelaskan, tujuan dilakukannya refarming pita frekuensi radio 2.1 GHz ini adalah agar diperoleh tingkat pemanfaatan spektrum yang paling optimal oleh operator seluler di Indonesia, termasuk Telkomsel, Indosat, XL Axiata, dan Tri.

Yakni dengan membuat penetapan pita frekuensi radio yang berdampingan (contiguous) untuk setiap penyelenggara jaringan bergerak seluler yang pada akhirnya akan memberikan solusi terbaik mengatasi Network Congestion sehingga masyarakat pengguna layanan seluler dapat menikmati kualitas yang lebih baik.

“Proses refarming ini memerlukan usaha yang tidak mudah, tapi bisa lebih cepat dari yang dulu saya bilang. Dulu saya bilang akan selesai di akhir April, tapi sudah selesai di pertengahan April. Saya mengucapkan terima kasih kepada SDPPI dan operator karena sudah bekerja sama dan menyelesaikan proses refarming,” ujar Rudiantara, di Jakarta (16/04/18).

Kenapa lebih cepat, karena proses refarming awalnya dijadwalkan mukai 21 Novermber hingga 25 April 2018.

Selesainya proses refarming ini, lanjut Rudiantara, akan mendorong percepatan layanan jaringan yang disuguhkan oleh operator seluler.

Selain itu, proses refarming ini juga menjamin bahwa layanan operartor tidak akan mengalami permasalahan dengan dampak merugikan konsumen akibat kapasitas frekuensi yang tidak mencukupi kebutuhan.

Selesainya proses refarming ini juga memungkinkan layanan untuk tersebar merata di seluruh Indonesia dan tidak berfokus hanya di kota-kota besar.

Selama tiga tahun terakhir, Rudiantara mengatakan pemerintah dan operator selalu berbicara terkait kekurangan frekuensi. Dan diharapkan dengan  refarming ini, Rudiantara menjamin operator tidak akan lagi kekurangan  frekuensi di masa mendatang.

Rudiantara juga menyebut bahwa tim Kemenkominfo tengah mempersiapkan blok frekuensi yang diperuntukan bagi operator yang menyatakan kesiapannya untuk berkonsolidasi dan bekerja sama. Sebab, kompetisi yang tidak rasional di antara operator juga disebut Rudiantara akan merugikan pelanggan secara luas.

Selesainya proses refarming ini, lanjut Rudiantara, akan mendorong percepatan layanan jaringan yang disuguhkan oleh operator seluler. Selain itu, proses refarming ini juga menjamin bahwa layanan operartor tidak akan mengalami permasalahan dengan dampak merugikan konsumen akibat kapasitas frekuensi yang tidak mencukupi kebutuhan.

Selesainya proses refarming ini juga memungkinkan layanan untuk tersebar merata di seluruh Indonesia dan tidak berfokus hanya di kota-kota besar.

Proses refarming ini dilakukan dengan sebanyak 42 klaster wilayah yang mengalami proses penataan ulang tersebut. Proses ini ditujukan untuk merapikan blok frekuensi operator seluler yang sebelumnya digunakan secara tidak tertata.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here