Beranda News Telco Intel Pertimbangkan Akuisisi Broadcom

Intel Pertimbangkan Akuisisi Broadcom

-

Jakarta, Selular.ID – Ditengah upaya Broadcomm mengambil alih Qualcomm, produsen chipset terkemuka Intel dikabarkan tengah menyusun strategi untuk meng-akuisisi pemain lain. Opsi tersebut juga termasuk mengambil alih Broadcom, sebagai upaya antisipasi Intel jika proses penggabungan kedua pesaingnya itu bisa berjalan mulus.

Mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya (13/7/2018), The Wall Street Journal (WSJ) melaporkan bahwa Intel memantau secara ketat pertarungan pengambilalihan Broadcom terhadap Qualcomm dan mewaspadai adanya tuntutan semacam itu akan menimbulkan ancaman serius bagi bisnisnya sendiri.

Jika tawaran Broadcom, yang sejauh ini ditolak oleh Qualcomm, akan berhasil, sumber WSJ mengatakan Intel bisa mengajukan penawaran sendiri untuk mengakuisisi Broadcom.

Sumber WSJ mengatakan Intel mulai mempertimbangkan langkah untuk Broadcom pada akhir 2017, terutama setelah Broadcom resmi mengajukan penawaran untuk mengambil alih Qualcomm pada November 2017.

WSJ menambahkan tidak ada jaminan bahwa Intel akan mengajukan penawaran, walaupun Broadcom dapat mencapai kesepakatan untuk Qualcomm. Namun kompleksitas dari aksi korporasi ini akan sangat luas bagi dunia bisnis. Saat ini nilai pasar Broadcom dilaporkan mencapai $ 104 miliar.

Intel saat ini memerangi Qualcomm di bidang chip smartphone, di mana yang terakhir telah menjadi pemain yang dominan selama bertahun-tahun. Namun Intel mampu mengamankan kontrak dengan Apple dan dilaporkan bekerja untuk kesepakatan untuk menjadi pemasok utama iPhone kedepannya.

Sebelumnya sejak beberapa tahun terakhir, Qualcomm memasok chip untuk produk Apple. Namun baru-baru ini hubungan keduanya memburuk karena persoalan paten.

Baca juga: Qualcomm Tolak Tawaran Akuisisi Broadcom

Jika Broadcom berhasil menawar Qualcomm, ada potensi untuk memperkuat hubungan dengan Apple, dan itu berdampak negatif terhadap Intel. Sehingga opsi mengambil alih Broadcom menjadi pilihan yang realistis bagi Intel agar bisa leading di industri chip mobile.

Artikel Terbaru