Monday, August 19, 2019
Home News E-Commerce Gojek Ala India, Ola, Ekspansi ke Australia

Gojek Ala India, Ola, Ekspansi ke Australia

-


Jakarta, Selular.ID – 2018 sepertinya akan menjadi tahun ekspansi bagi pemain ride-sharing. Gojek ala India, Ola, akhirnya memutuskan ekspansi ke luar negeri. Negara pertama yang dituju adalah Australia.

Dilansir Selular.ID dari Techcrunch (30/1/2018), pekan ini Ola mengumumkan mulai merekrut pengemudi di Sydney, Melbourne dan Perth dalam proses ekspansi pertamanya di luar India. Langkah itu diambil mengikuti perusahaan Didi dari China yang melebarkan sayap bisnisnya ke Brazil dan Taiwan.

Didirikan pada tahun 2011, Ola mengklaim telah memiliki lebih dari 125 juta pengguna terdaftar dan lebih dari satu juta pengemudi di 110 kota di India. Perusahaan yang telah mengumpulkan modal investasi lebih dari $2,5 miliar (setara Rp33,5 triliun) itu mengatakan bahwa mereka berupaya mendapatkan persetujuan yang diperlukan untuk meluncurkan layanannya di Australia.

Sebagai awalan, Ola akan beroperasi di tiga kota tersebut dan berencana meluncurkan layanan pesan kendaraan pribadi terlebih dahulu di Australia.

Laporan media di India awal bulan ini menghubungkan perusahaan dengan peluncuran layanan di Australia dan Selandia Baru, sementara ada juga yang menyebutkan bahwa pihaknya akan ekspansi ke Sri Lanka dan Bangladesh.

Saat ini, Ola belum berkomentar mengenai ekspansi tersebut, namun sumber yang dekat dengan perusahaan mengatakan kepada TechCrunch bahwa ada “selera untuk ekspansi internasional.”

Mirip dengan Indonesia dimana Uber menjadi rival Gojek, Australia malah didominasi oleh Uber, yang juga musuh Ola di India. Saat ini Uber beroperasi di lebih dari 20 kota di seluruh negeri dan Selandia Baru.

Baca Juga: Google Konfirmasi Investasi di Gojek

Ola bukan satu-satunya pendatang baru. Taxify dari Eropa, perusahaan lain yang didukung oleh Didi, ekspansi ke Australia di Sydney pada bulan November. Sejak itu diperluas ke Melbourne.

“Kami sangat antusias untuk meluncurkan Ola di Australia dan melihat potensi ekosistem ride-sharing yang sangat besar, mencakup teknologi dan inovasi baru,” kata pendiri dan CEO Ola Bhavish Aggarwal.

Bagaimana dengan Gojek di Indonesia, apakah setelah menerima pendanaan segar dari Google dan Meituan-Dianping asal China akan membuat Gojek melebarkan sayapnya ke luar negeri? Kita tunggu saja sepak terjang Ola asal Indonesia di tahun ini.

Latest