Jakarta, Selular.ID – Melalui blog resmi, hari ini (29/1/2018) Google mengkonfirmasi investasinya di Gojek. Kucuran dana itu dilakukan bersama Meituan-Dianping China dan BUMN Singapura Temasek.

Trio itu merupakan bagian putaran terakhir investasi sebesar $1,2 miliar (sekitar Rp16 triliun), yang telah dinegosiasikan Gojek sejak April lalu. Dengan komitmen dari raksasa teknologi lain seperti Tencent dan JD.com di China, nilai investasi total Gojek sekitar $4 miliar (sekitar Rp53 triliun).

BACA JUGA:
Gandeng DBS, Gojek Siap Luncurkan Aplikasi Ride Hailing di Singapura

Kesepakatan ini menandai investasi langsung pertama dari raksasa teknologi Amerika Serikat di Indonesia, menyusul kesepakatan pertamanya di India pada bulan Desember 2017.

Menawarkan layanan transportasi on-demand, Gojek diperkirakan berada di depan Grab dan Uber di Indonesia. Tapi di kawasan dengan lebih dari 600 juta konsumen, Grab tampaknya lebih unggul di Asia Tenggara secara keseluruhan.

BACA JUGA:
Gojek Dukung LGBT, Netizen Uninstall Aplikasi Gojek

“Gojek dipimpin oleh tim manajemen Indonesia yang kuat dan memiliki rekam jejak yang terbukti menggunakan teknologi untuk membuat hidup lebih nyaman bagi orang Indonesia di seluruh negeri. Investasi ini memungkinkan kita bermitra dengan juara lokal yang hebat di ekosistem startup yang berkembang di Indonesia, sekaligus memperdalam komitmen kita terhadap ekonomi internet di Indonesia,” tulis Caesar Sengupta, VP tim Google Next Billion yang berfokus pada pasar negara berkembang.

BACA JUGA:
Teknologi Grab Lebih Ampuh Perangi Ofik

CEO Uber Dara Khosrowshahi mengatakan bahwa kawasan Asia Tenggara diperkirakan akan mengalami pertumbuhan pesat. Ride-Hailing di wilayah ini diprediksi akan menjadi industri senilai USD20,1 miliar (Rp268 triliun) per tahun pada tahun 2025 dari USD5,1 miliar (Rp68 triliun) pada tahun 2017. Menurut sebuah laporan yang ditulis oleh Google, Indonesia mengambil bagian terbesar.