Tuesday, August 20, 2019
Home News Alexander Rusli Ungkap Arah Industri Telko Indonesia

Alexander Rusli Ungkap Arah Industri Telko Indonesia

-

Alexsander Rusli Indosat
Jakarta, Selular.ID – Selular kembali menggelar kegiatan rutin yang bernama Selular Business Forum. Kali ini mengambil tema “50 Tahun Indosat Ooredoo: What’s Next?”, diskusi mengupas bagaimana seluk beluk perusahaan sebelum transformasi dan bagaimana bisa bertahan selama masa krisis.

Hadir sebagai panelis utama diskusi adalah Alexander Rusli, Dirut & CEO Indosat Ooredoo. Dua panelis lain juga turut hadir adalah Reza Priyambada, Analis Binaartha Sekuritas selaku pengamat korporasi, dan Indira Abidin, Managing Director Fortune PR selaku pengamat marketing PR.

Membuka forum, Alexander mengungkap arah industri telekomunikasi Indonesia ke depan. Seperti diketahui, Alex tidak memperpanjang kontrak sebagai Direktur Utama perusahaan telekomunikasi tersebut. Masa jabatan dalam kontrak akan habis pada Oktober 2017.

“Alhamdulillah Indosat Ooredoo mencapai usia 50 tahun pada tahun ini. Melalui proses perubahan berbagai macam bentuk bisnis. Seperti yang diketahui, awalnya kita adalah international carrier yang kemudian berevolusi. Kenapa? Karena sekarang tidak ada lagi bisnis itu. Selain itu, banyak hal juga yang terjadi. Mulai dari pembatasan, reformasi, join dengan satelindo, dan berbagai macam,” papar Alex.

Alex mengatakan bahwa secara historis Indosat Ooredoo punya hubungan dengan operator di luar, sehingga perusahaan bisa melangkah lebih dulu ke model business-to-business (B2B). Padahal biasanya whole sale dulu yang menjadi titik awal. Saat ini 20 persen bisnis Indosat Ooredoo datang dari bisnis whole sale.

“Yang menjadi pertanyaan saat ini, industri mau ke arah mana? Ke depan, mungkin yang paling cerah adalah model B2B. Untungnya, saat ini B2B hanya berkontribusi 20 persen dari total revenue. Kenapa “untung”, karena walaupun skalanya kecil, tapi model bisnis B2B relatif stabil. Di B2B, konsumen pakai operator bukan sebulan sekali, tapi setahun sekali. Perusahaan jarang gonta-ganti operator. Juga “untung” berarti ruang growth-nya masih besar.”

Banyak hal yang sifatnya positif di bisnis B2B. Khususnya sekarang, lanjut Alex, saat semua industri menuju era digitalisasi. Semua retail, pertambangan, pemerintah, dan lain-lain, berbondong-bondong ke digitalisasi. Jadi potensi growth B2B itu sangat sehat. Karena yang punya carrier grade offering, menurut Alex, hanya Indosat Ooredoo. Kalau yang lain punya lisensi terpisah-pisah.

“Kenapa sampai sekarang (Indosat) tetap bertahan, katanya data rugi? Ya karena B2B kita masih bagus, dan growth-nya bagus. Kalau B2B stabil, ya kita bisa growth terus,” pungkas Alex.

Latest