SHARE

IMG_20170830_190046
Jakarta, Selular.ID – Perangkat yang bisa dikenakan atau wearable device dan perangkat Virtual Reality semakin jamak ditemukan di tengah pasar elektronik nasional. Sejumlah perangkat lain yang mengusung teknologi mutakhir juga kian menyeruak ke pasaran. Hong Kong Electronics Fair menjadi ajang pameran perdagangan produk-produk elektronik mutakhir terbesar di dunia.

Bagi Anda penggiat teknologi, pameran elekronik di Hong Kong bisa menjadi acuan. Terutama bila Anda berkecimpung di industri perdagangan, online maupun offline, karena sejumlah produk tadi saat ini sudah mendapatkan berbagai upgrade dari produsen.

Hong Kong Electronics Fair ke-36 akan diselenggarakan bersamaan dengan electronicAsia ke-21. Kedua pameran tersebut diadakan bersamaan di pusat konvensi dan Pameran Hongkong mulai 13-16 Oktober 2017, yang diselenggarakan secara rutin oleh Hong Kong Trade Development Council (HKTDC).

Leung Kwan Ho, Director HKTDC Indonesia mengatakan bahwa Hong Kong dan Indonesia telah lama menjalin hubungan perdagangan bilateral. Bahkan Indonesia merupakan mitra dagang terbesar ke-21 bagi Hong Kong.

“Dalam tujuh bulan pertama 2017, total nilai perdagangan antara dua Negara ini mencapai lebih dari USD3,2 miliar. Secara khusus, total ekspor Hong Kong ke Indonesia sebesar USD1,8 miliar dan nilai impor dari Indonesia mencapai USD 1,4 miliar,” papar Leung Kwan Ho dalam acara konferensi pers Hong Kong Gelar 9 Pameran Dagang dari September hingga November, di Jakarta (30/8/2017).

Kedua pameran akan mengumpulkan sekitar 4.200 peserta pameran dari seluruh dunia, yang mewakili Negara terbesar di dunia. Pasar elektronik untuk menampilkan beragam produk cerdas, ide startup yang inovatif dan komponen elektronik.

Pameran edisi musim gugur kali ini, Tech Hall yang popular akan kembali menampilkan produk tech-savvy dalam lima zona tematik, yaitu 3D Printing, Robotics &Unmanned Tech, Smart Tech, Startup, dan Virtual Reality.

Ichsan Justian Halim, Division Head of Retail PT Infonet Mitra Sejati, mengungkapkan bahwa tahun lalu dirinya bersama tim mengunjungi pameran Electronic Fair di Hong Kong. Menurutnya, banyak produk yang baru yang sudah diterapkan di negara lain tapi belum banyak di Indonesia.

Salah satu produk yang menarik menurut Ichsan adalah produk-produk IoT. Ada salah satu produk yaitu gagang pintu yang terkoneksi internet. Jadi di pegangan pintu itu ada kamera, sensor dan segala macam. Jika ada orang yang datang, notifikasinya bisa langsung muncul di smartphone pemilik rumah. Gagang itu juga bisa mendeteksi jika orang yang datang familiar atau tidak.

“Saya beli beberapa produk untuk test market di Indonesia. Seperti mesin printing untuk casing handphone, armband, VR dengan microSD, smartwatch untuk anak-anak, casing handphone yang unik-unik, powerbank untuk jumper mobil dan powerbank untuk notebook,” papar Ichsan.

Diadakan bersamaan, electronicAsia menciptakan platform terbaik bagi para pemasok komponen elektronik dan teknologi produksi untuk menampilkan produk mereka ke pembali internasional.

Selain itu, pada penyelenggaraan ke 21 ini akan ada zona baru yang dimunculkan seperti Power Supplies, Censor Technologies, World of Display Technology, Printed Circuit Board & EMS, dan Keyboards & Switches dan Hong Kong Metal Parts & Component Pavilion.

Hong Kong Electronic Fair dan electronicAsia merupakan dua dari total sembilan pameran yang akan diselenggarakan di paruh kedua 2017 oleh Hong Kong Trade Development Council. Tujuh lainnya adalah:
Hong Kong Watch & Clock Fair (5-9 September)
CenterStage (6-9 September)
Eco Expo Asia – International Trade Fair on Environment Protection (26-29 Oktober)
Hoong Kong International Lighting Fair (Autumn Edition) (26-29 Oktober)
Hong Kong International Outdoor and Tech Light Expo (27-30 Oktober)
Hong Kong Optical Fair (8-10 November)
Hong Kong International Wine & Spirit Fair (9-11 November)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here