Saturday, October 19, 2019
Home News Feature Telkomsel Ajak Operator Lain Sehatkan Kembali Industri Selular

Telkomsel Ajak Operator Lain Sehatkan Kembali Industri Selular

-

Ririek ArdiansyahJakarta, Selular.ID – Harus diakui, penerapan tarif murah membuat industri selular tak lagi sehat. Operator sebenarnya menyadari bahwa praktek tersebut tidak menguntungkan. Namun, kompetisi yang ketat, membuat sebagian operator seolah tak punya pilihan, selain menjadikan harga sebagai instrumen untuk meraih pelanggan.

Sayangnya, di era data, penerapan tarif murah tetap marak. Padahal, revenue dari data adalah masa depan dari industri ini. Perlu disadari saat ini tarif paket data retail kebanyakan masih di bawah ongkos produksi. Alhasil, operator pun terjebak pada efek gunting (scissor effect), dimana trafik data melesat semakin tinggi, sementara revenue operator datar-datar saja.

Menurut Dirut Telkomsel Ririek Adriansyah, tarif murah memang terkesan menguntungkan bagi konsumen. Apalagi jika tarif murah itu ditawarkan oleh banyak operator, sehingga konsumen dengan mudah berpindah dari satu operator ke operator lain.

“Namun, dalam jangka menengah dan panjang, penerapan tarif murah akan berdampak buruk karena operator tak akan bisa mengembangkan layanan”, ujar Ririek di Kantor Pusat Telkomsel di Jakarta, (31/7/2017).

Ririek mengatakkan, industri seharusnya belajar dari merebaknya perang tarif pada 2007 – 2011, yang membuat kinerja sebagian operator menjadi berdarah-darah.

Menurutnya, industri selular masih punya harapan untuk kembali sehat. Penerapan tarif yang rasional menjadi awal dari upaya tersebut.

“Hal ini juga penting demi mengedukasi konsumen. Apalagi di era data, konsumen lebih menempatkan coverage dan stabilitas, sebagai prioritas utama dalam mengakses internet”, ujar Ririek.

Meski pertumbuhan industri selular kini terbilang melambat, namun konsumsi layanan data yang melonjak, diyakini akan menjadi penyelamat bagi operator di masa depan. Untuk itu, Ririek menegaskan, operator perlu menempatkan persaingan non tarif dan menawarkan beragam layanan bernilai tambah demi menarik konsumen.

Jika ingin kembali sehat, Ririek menegaskan bahwa industri selular harus konsisten dengan tiga syarat.

Pertama, penerapan tarif harus affordable. Tidak berarti harus murah tapi terjangkau oleh masyarakat. Jika terlalu murah namun tidak wajar, maka selintas bagus untuk konsumen. Namun itu hanya bersifat jangka pendek, karena jangka panjangnya operator terancam bangkrut dan bisa tutup sehingga layanan akan terputus, tidak tersedia lagi.

Kedua, harus sustainable. Artinya, industri harus sustain atau berkelanjutan. Operator yang beroperasi harus mampu bertahan. Karena jika collapse, masyarakat juga akan dirugikan atau kualitas layanan bisa menurun.

Ketiga, harus merata. Artinya, operator harus membangun di semua wilayah sehingga ketersediaan layanan menjadi merata ke seluruh wilayah Indonesia. Saat ini kondisinya belum semua operator melakukan pembangunan yang merata, sesuai lisensi yang dimiliki.

Latest