Monday, November 18, 2019
Home News Social Media Subur Di Asia Pasifik, LinkedIn Kantongi 500 Juta Pengguna

Subur Di Asia Pasifik, LinkedIn Kantongi 500 Juta Pengguna

-

linkedinli

Jakarta, Selular.ID – Peningkatan pengguna layanan sosial media profesional, LinkedIn semakin bertambah. Jumlah pengguna LinkedIn diklaim telah mencapai 500 juta anggota di wilayah Asia Pasifik.

Pencapaian tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Dengan jumlah anggota tersebut, wilayah Asia Pasifik sekarang merepresentasikan sebesar 22 persen anggota LinkedIn dari seluruh dunia yang memiliki total 500 juta anggota. Memang dibandingkan Facebook, jumlah ini masih kalah telak karena saat ini pengguna Facebook tercatat 1,86 miliar pengguna.

Olivier Legrand, Managing Director of LinkedIn in Asia Pacific menuturkan bahwa Asia Pasifik merupakan wilayah dengan pertumbuhan tercepat, dalam hal jumlah anggota Linkedin di luar Amerika Serikat. Dengan melihat itu Likedin terus berinvestasi untuk memastikan pengguna mendapatkan pengalaman dan pelayanan terbaik, seiring dengan berkembangnya bisnis Linkedin di wilayah Asia Pasific.

Secara global, India menjadi basis anggota LinkedIn terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. India masih menjadi pasar terbesar dengan 37 juta anggota

Negara dengan jumlah anggota terbesar lainnya di Asia Pasifik adalah China, yang memiliki lebih dari 23 juta anggota, dan Australia yang memiliki 8 juta anggota.

Sejak Januari 2013, jumlah anggota Linkedin di Asia Pasifik bertumbuh lebih dari dua kali lipat hingga mencapai lebih dari 85 juta anggota hingga akhir 2015. Angka ini mencakup lebih dari 16 juta anggota di Asia Tenggara (dimana lebih dari 5 juta anggota berada di Indonesia), lebih dari 34 juta di India dan lebih dari 7 juta anggota berada di Australia. Selama periode yang sama, pendapatan LinkedIn di Asia Tenggara meningkat lebih dari 3 kali lipat.

Dengan pertumbuhan pesat di Asia Pasifik, LinkedIn kemudian membangun data center ke 6-nya di luar Amerika Serikat, yakni di Singapura.

Data center terbaru di Singapura tersebut akan dimanfaatkan untuk mengelola berbagai akses dan trafik Linkedin yang berasal dari wilayah Asia Pasifik, serta akan membantu mengelola satu per tiga trafik Linkedin secara global. Selain itu data center ini juga akan melengkapi kebutuhan penyimpanan dan pemrosesan LinkedIn yang terus bertumbuh secara dimana di tahun 2015 pertumbuhan ini mencapai 34%.

Latest