aiskindo 2

Jakarta, Selular.ID Asosiasi Industri Sistem Keamanan Indonesia (Aiskindo) beberapa waktu lalu menggelar sosialisasi keberadaan Aiskindo sebagai wadah komunikasi di antara sesama pelaku industri sistem keamanan di Jakarta, Bandung dan Surabaya.Kini Aiskindo menggelar acara serupa di Medan.

Stefanus Ronald Juanto pendiri Aiskindo menuturkan, maraknya aksi kejahatan menggugah para pelaku industri sistem keamanan untuk berbuat membantu perusahaan atau instansi pemerintahan dalam meningkatkan layanan sistem keamanan dan teknologinya.

Menurut Stefanus Ronald, saat ini anggota Aiskindo sebanyak 300 perusahaan atau personal, dan berpotensi bertambah mengingat perusahaan di sektor penyedia sistim keamanan ini sangatlah banyak.

“Visi didirikannya Aiskindo ialah meningkatkan layanan dan teknologi sistim keamanan di Indonesia. Sedangkan misi yang diemban ialah menjadi wadah komunikasi pelaku sistem keamanan dengan lembaga dan pemerintah,” kata Ronald dalam keterangan tertulisnya.

Nama Aiskindo menurut Stefanus Ronald,digaungkan sejak 26 Agustus 2016 lalu, namun baru diresmikan pada 28 Desember 2016 di Jakarta. Program yang digalakan Aiskindo adalah menjaring pelaku yang bergerak di industri sistim keamanan di seluruh Indonesia.

“Rasa prihatin terhadap persaingan harga di industri sistim keamanan tanpa memperhatikan layanan menjadi suatu masalah besar yang di hadapi saat ini,” kata Stefanus Ronald

Dia mencontohkan, aksesoris CCTV seperti kabel yang digunakan pun untuk Closed Circuit Television (CCTV) kualitasnya rendah, tentu dengan harga murah, namun tidak diiringi dengan layanan yang bagus.Karenanya, Aiskindo hadir untuk menjadi wadah dalam mengklasifikasikan dan sertifikasi tentang pemasangan sistim keamanan di level tertentu.

Tujuannya untuk meningkatkan sistim keamanan mulai dari alarm, access control, dan surveillance.
Sedangkan untuk program kerja sama dengan Pemerintah, Aiskindo akan berkontribusi kepada pemerintah terutama dalam pengembangan dalam system keamanan infrastruktur seperti di Pelabuhan, Bandara, Stasiun, bahkan Jalan Tol. Karena keamanan pada infrastruktur transportasi sangat kritikal untuk mencegah terorisme yang dapat mencelakai orang banyak.

“Kami sadar betapa pentingnya sistem keamanan ini untuk membantu membangun Indonesia yang aman. Misal memasang kamera di depan rumah. Hampir semua tingkatan kriminal akhirnya terungkap dari security sistim ini,” tutur Stefanus Ronald,

Ke depannya, Aiskindo akan melakukan penetrasi ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), untuk memberikan pelatihan. Alasannya, tenaga kerja yang spesifik membidangi sistim keamanan ini masih minim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here