Jakarta,Selular.ID – Berdasarkan laporan yang baru saja dirilis Google, keamanan Android dinyatakan mengalami lompatan kemajuan pada 2017.

Hal tersebut dikatakan David Kleidermacher, Security Chief Google. Dia menegaskan bahwa Android  merupakan sistem yang aman seperti pesaingnya.

Seperti dilaporkan dalam blognya, untuk membuat perangkat Android tetap aman, dibutuhkan komitmen bersama para pengguna.

BACA JUGA:
Google Chrome 70, Akan Hadir Dengan Peringatan Situs Berbahaya

Menurut Kleidermacher, jika merujuk pernyataan pihak Google, perangkat Android yang mengunduh aplikasi hanya dari Play Store, kemungkinan sembilan kali lebih kecil untuk memasang Potensial Harmfull Application (PHA) dibandingkan aplikasi sideload.

Selain itu, perangkat Android juga dilindungi dengan Google Play Protect, yang memindai sistem untuk menemukan PHA di dalam perangkat, data dan aplikasi.

BACA JUGA:
Google Maps Gulirkan Fitur Baru Untuk Pengguna Kendaraan Listrik

Berkat teknologi ini, pengguna juga bisa menemukan perangkat Android yang hilang, melindunginya dari situs web berbahaya, sereta mendapatkan keuntungan dari sistem yang bisa mendeteksi dan menghapus PHA.

Menurut data Google, kemungkinan mengunduh PHA dari Play Store mengalami penurunan. Pemindaian harian dari Google Play Protect membantu menghapus 39 juta PHA dari rata-rata satu juta perangkat.

BACA JUGA:
Google Maps Akan Dilengkapi Fitur Pesan

Untuk memberikan keamanan yang maksimal, Google bekerjasama dengan para mutra manufaktur perangkat, SoC dan operator seluler.

Pada 2017 Google juga memperluas pemeriksaan keamanan secara proaktif dengan mengidentifikasi dan menghapus PHA pada perangkat Android.

BACA JUGA:
Masih Tahap Alpha, WhatsApp Siapkan Fitur Dark Mode

Baca juga: Alasan Google Ganti Merek Android Wear Jadi Wear OS

Kleidermacher adalah pimpinan keamanan Google sejak Mei 2016 yang bertanggungjawab membuat sistem Android, Google Play dan Chrome, tetap aman.