spot_img
BerandaNewsKurio Adopsi Teknologi Machine Learning Tangkal Konten Hoax

Kurio Adopsi Teknologi Machine Learning Tangkal Konten Hoax

-

Kurio

Jakarta, Selular.ID – Informasi atau berita yang tidak dapat dipertanggung jawabkan bisa menimbulkan provokasi bagi yang membacanya, semakin banyak berita hoax disebarkan semakin banyak pula orang yang membacanya dan mungkin akan percaya dengan yang dibaca.

Banyaknya berita hoax dan clickbait yang beredar, membuat aplikasi baca berita Kurio ingin mengambil bagian dalam mengurangi penyebarannya. Seiring semakin majunya teknologi, Kurio memastikan setiap berita yang terdapat dalam aplikasi sudah di filter terlebih dahulu dengan memanfaatkan teknologi Machine Learning yang dirancang sedemikian rupa. Sehingga berita hoax tidak mudah untuk di konsumsi dan di sebarluaskan oleh para pengguna Kurio.

Agar berita hoax tak kian menyebar, perlu adanya kesadaran dari kita untuk dapat memilah dan menyaring terlebih dahulu informasi atau berita-berita yang ingin dikonsumsi sebelum menyebarkannya melalui beragam kanal social media.

Penting juga bagi kita untuk dapat lebih pintar dan bijaksana untuk menerima informasi yang kita dapatkan dari social media karena pada dasarnya infomasi atau berita yang kita konsumsi dari social media cenderung sulit untuk kita saring kebenarannya karena bisa dari beragam jenis sumber yang tidak terpercaya. Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk pintar memilih sumber berita yang ingin kita baca dan bagikan dari sumber yang kredibel untuk menghindari hoax.

“Mengandalkan teknologi, tim Kurio telah merancang sebuah algoritma yang rapi untuk mengurangi masuknya berita hoax dalam Machine Learning di aplikasinya serta untuk membantu agar penyebaran berita hoax tidak semakin menyebar,” Ujar David Wayne Ika, CEO dan Founder of Kurio. Melalui Machine Learning dan algoritma yang dirancang, setiap artikel yang masuk dipastikan akan difilter terlebih dahulu sehingga tidak masuk ke dalam artikel stream.

Lebih jauh, Machine Learning merupakan sistem yang dibangun berdasar algoritma tertentu yang memungkinkan software bisa bekerja secara mandiri dengan meminimalkan campur tangan manusia. Engineer-engineer terbaik Kurio merancang sistem kecerdasan buatan yang selalu bisa memperbarui kemampuannya seiring waktu. Di setiap sistem Machine Learning, pada awal masa implementasi akan didapatkan tingkat error yang tinggi. Namun software berbasis Machine Learning bisa belajar dari error-error yang terjadi. Semakin banyak data yang diolah, tingkat error semakin turun, seiring dengan tingkat akurasi yang semakin tinggi.

Baca juga :  Breaking News: WhatsApp, Instagram, dan Facebook Down, Kenapa Lagi?

Di Kurio, rancangan-rancangan ini diimplementasikan di pengkategorian otomatis, personalisasi, prediksi berita, hingga pendeteksian hoax. Tidak hanya mengandalkan sepenuhnya kepada Machine Learning, Kurio juga melibatkan tim kurator untuk mengkurasi kembali artikel-artikel yang sudah masuk ke dalam artikel stream.

Baca juga :  Pisah dari FIFA, EA Sport Ganti Nama

Selain mengkurasi kembali artikel-artikel yang sudah masuk, tim kurator juga memastikan pengguna Kurio mendapatkan artikel-artikel bermanfaat dan terbaru yang terangkum dalam topik Top Stories yang pastinya terbebas dari clickbait ataupun hoax. Perpaduan yang serasi antara sistem pemilihan konten oleh algoritma mesin dan kurasi manual oleh tim kurator, Kurio memberikan pengalaman bagi pengguna memilih judul artikel yang lebih kredibel untuk dibaca langsung dari media yang bertanggung jawab. Sumber-sumber berbeda di dalam Kurio juga merupakan media-media yang kredibel dan sudah bekerjasama secara resmi dengan Kurio.

Mengurangi penyebaran berita hoax menjadi sebuah isu yang Kurio ingin bawa agar para penggunanya bisa menggunakan nalar dalam memilih, membaca serta menyebarkan sebuah berita. Oleh karena itu, Kurio hadir dengan teknologi Machine Learning untuk menjauhkan pengguna dari godaan klik artikel yang mengandung hoax. Kurio juga akan terus mengembangkan produknya dengan bantuan teknologi yang terus berkembang agar semakin banyak masyarakat bisa terlatih untuk membaca dan menyebarkan dengan benar.

spot_img

Artikel Terbaru