Friday, June 5, 2020
Home News Seperti Tifatul, Rudiantara Harus Berhadapan dengan Panja DPR

Seperti Tifatul, Rudiantara Harus Berhadapan dengan Panja DPR

-

Menkominfo Rudiantara (Foto: Hendra/Selular.ID)
Menkominfo Rudiantara (Foto: Hendra/Selular.ID)
Jakarta, Selular.ID – Ditengah persiapan menggelar lelang frekwensi 2.100 Ghz (10 blok) dan 2.300 Ghz (15 blok) yang dijanjikan digelar pada kuartal pertama 2017, Rudiantara mau tidak mau harus bersiap diri untuk agenda lain yang tak kalah penting. Menteri yang akrab dipanggil Chief RA ini, kelak bakal bertemu dengan para anggota DPR Komisi 1 yang telah resmi membentuk Panja (Panitia Kerja) Interkoneksi.

Dihubungi oleh Selular.ID, Hanafi Rais, Ketua Panja mengatakan bahwa Panja Interkoneksi dibuat dalam rangka pengawasan kebijakan. “Sejak ada keputusan raker dengan Menkominfo dan Komisi I tentang tidak berlakunya SE interkoneksi yang baru belum ada kepastian hukum yang bisa dijadikan pegangan semua pihak terkait khususnya para pelaku industri telko,” terangnya.

Pada 2 Agustus 2016 lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika memang mengeluarkan SE Nomor 1153/M.KOMINFO/PI.0204/08/2016 yang berisi penurunan  tarif interkoneksi secara agregat sebesar 26 persen. Namun demikian penerapan SE ini yang seharusnya mulai berlaku 1 September 2016 akhirnya ditunda, karena masih terdapat pro dan kontra. Pada akhirnya, operator pun memakai acuan lama dalam penetapan tarif interkoneksi.

Sejak SE tersebut ditunda penerapannya dan tidak dicabut juga oleh Kominfo, disampaikan Hanafi para pelaku industri telko memasang tarif interkoneksi sesuai seleranya sendiri-sendiri.

“Ada yang menganggap SE berlaku. Ada juga yang tetap beranggapan memakai tarif yang existing. Kesimpangsiuran ini yang membuat perlu pengawasan langsung dalam bentuk Panja agar rencana Kemekominfo untuk verifikasi bisa lebih dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan politisi dari PAN ini, pekan depan Panja Interkoneksi yang sudah terbentuk, akan melakukan rapat internal terlebih dahulu untuk menyelaraskan agenda kerja. Setelahnya, Panja baru akan memanggil pihak-pihak terkait, dari petinggi operator hingga Menkominfo Rudiantara.

Terkait revisi interkoneksi yang berbuntut polemik, Rudiantara sebelumnya sudah menjelaskan keputusan tersebut dalam RDP (Rapat Dengar Pendapat) dengan Komisi 1 pada 25 Agustus 2016. Namun penjelasan Rudiantara belum dianggap memuaskan, sehingga komisi yang diketuai oleh Abdul Kharis Almasyhari itu, secara resmi meminta Rudiantara untuk menunda PM penetapan biaya interkoneksi.
Dibentuknya Panja Interkoneksi oleh Komisi 1 DPR, mengulang pembentukan panja saat Kemenkomifo dipimpin oleh Tifatul Sembiring. Seperti diketahui, dalam masa pengabdiannya politisi PKS itu pernah menghadapi panja yang hampir membuatnya menjadi tersangka oleh pihak Kejaksaan.

Panja tersebut adalah tentang Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dan Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (M-PLIK). Pembentukan panja dilakukan setelah Komisi 1 melihat program yang anggarannya bersumber dari dana USO (Universal Service Obligation) senilai Rp2,4 triliun ditemukan banyak penyimpangan dalam pelaksanaannya.

TERBARU

Resmi di Indonesia, Ini Harga Samsung Galaxy A11 dan...

Jakarta, Selular.ID - Samsung kembali merilis produk smartphone terbarunya di Indonesia pada Kamis (04/06)....

EZVIZ C6N, Smart Camera dengan Harga Terjangkau

Jakarta, Selular.ID - EZVIZ menambah variasi jajaran produk terbarunya dengan memperkenalkan C6N, smart camera...

Traveloka Ajak Publik Berdonasi untuk Tenaga Medis

Jakarta, Selular.ID ─ Traveloka menginisiasi program yang memungkinkan para pengguna melakukan donasi untuk membantu...

Latest