Saturday, July 11, 2020
Home News Hengky Setiawan, Nothing Is Impossible!

Hengky Setiawan, Nothing Is Impossible!

-

DSC_4431Jakarta, Selular.ID – Sebagian Anda mungkin pernah mengingat wajah Hengky Setiawan yang terpampang di badan banyak bus yang lalu lalang di Jakarta, beberapa tahun yang lalu. Dengan senyum yang khas, pria berkumis tipis ini berpose bak selebriti papan atas. Ia tak kelihatan canggung bergaya sambil memamerkan ponsel Tiphone. Ponsel yang diproduksi PT Tiphone Mobile Indonesia, perusahaan miliknya.

Bukan hanya di badan bus, iklan senada yang menampilkan wajah Hengky lengkap dengan ponsel Tiphone ditangannya, juga terpampang di sejumlah billboard yang terletak di kawasan strategis, seperti di jalur tol keluar Bandara Sukarno Hatta. Membuat setiap orang yang akan menuju pusat kota, dengan jelas melihat wajah Hengky, termasuk mitra-mitra bisnisnya dari luar negeri yang kebanyakan berasal dari China.

Langkah Hengky yang menjadi brand ambassador Tiphone, bisa digolongkan sebagai ‘Out of Box’. Pasalnya, amat jarang seorang chairman mau turun gunung, bahkan menjadi bintang iklan sendiri produk yang dibuat perusahaannya.

Banyak yang terkaget-kaget, dengan gaya Hengky itu. Ada yang bilang ke-pedean. Tapi tentu saja banyak orang  menyatakan salut karena tak mudah untuk seketika menjadi terkenal.  Sebagian lainnya menilai personal branding itu terbilang berani. Mengingat iklim bisnis di Indonesia tak mudah ditebak. Kondisi ini tak jarang menempatkan pebisnis dalam subyek tertentu, misalnya menyangkut perpajakan.

Terlepas dari pro dan kontra, keputusan untuk menjadi bintang iklan Tiphone, sejatinya berawal dari sikap pragmatisme Hengky. Pada awalnya, pemilik jaringan toko ponsel Telesindo Shop ini berniat menjadikan pasangan artis yang tengah naik daun saat itu, Anang dan Krisdayanti, sebagai model iklan Tiphone.

Namun saat mendengar harga yang ditetapkan selangit, sementara budget yang tersedia terbatas, Hengky langsung berubah pikiran. Karena merasa tak ada pilihan lain, jadilah ia sendiri yang muncul memamerkan ponsel Tiphone.

‘Out of Box’ memang ciri khas yang sudah melekat dari seorang Hengky Setiawan. Si Jangkung, julukan yang disematkan oleh oleh rekan-rekannya memang terkenal dengan terobosan yang inovatif. Hebatnya, semua itu dilakukan secara learning by doing. Tak pelak, pengalaman jatuh bangun selama lebih dari 30 tahun di bisnis telekomunikasi, mengantarkan  Presiden Komisaris PT Tiphone Mobile Indonesia ini sebagai salah satu ikon bisnis selular di Tanah Air.

“Bagi saya tak ada tantangan dalam berbisnis yang tidak mungkin diatasi. Semuanya bisa dijalani dengan learning by doing. Kegagalan dalam bisnis tak perlu ditakuti, jalani saja. Sebab kegagalan memang mahal. Tapi dengan itulah kita bisa memahami dan menguasai bisnis”, ujar Hengky.

Itulah prinsip yang dipegang teguh oleh Hengky. Prinsip itu pula yang tetap membuatnya eksis di panggung bisnis selular, ditengah banyak pebisnis lain yang berguguran karena tak mampu bersaing dan beradaptasi dengan lingkungan bisnis yang berubah cepat. Karena kemajuan teknologi, perubahan regulasi dan juga perilaku konsumen.

Untuk menyemangati pebisnis lain, terutama kalangan muda yang tertarik menjadi pengusaha, Hengky pun tak pelit berbagi ilmu. Lewat biographi berjudul “Nothing Is Impossible”, kiprah Hengky yang mengawali bisnis dari berjualan ponsel bekas dapat kita telusuri.

Buku ini memuat 15 bab perjalanan Hengky Setiawan membesarkan Telesindo Group. Diawali dengan “Kisah Sebuah Kapal Kolotok” yang menjadi dasar dari mimpi-mimpi Hengky menjadi pebisnis yang jeli melihat peluang dan tangguh dalam menghadapi badai kehidupan.

DSC_4462

Siapa menyangka, Hengky yang besar di Gang Songsi, Jembatan Lima, Jakarta Barat, pada akhirnya mampu membeli kapal pesiar (yacht) yang siap mengantarkannya ke berbagai penjuru dunia. Padahal saat masih duduk di SD, untuk membeli sebuah kapal klotok ia harus memendam mimpi. Uang jajan dari orang tuanya tak akan pernah cukup untuk membeli kapal klotok itu. Namun pada akhirnya mimpi terbayar lunas,  saat ia memperoleh upah hasil mengecat kursi-kursi kayu buatan tetangga. Itulah pekerjaan pertama Hengky.

DSC_4414

Buku setebal 200 halaman ini diakhiri dengan bab bertajuk “Cinderella”, lantaran sikap Hengky yang kekeuh untuk pulang kerja sebelum pukul 21.00. Dengan kebiasaannya itu,  ia kerap dijuluki teman-temannya sebagai Cinderella.

Bukan tak ada alasan Hengky bela-belain pulang sebelum pukul 21.00. Ia berprinsip, bagaimanapun keluarga adalah nomor satu. Bagi Hengky hidup sebenarnya sederhana asalkan kita mampu menciptakan keseimbangan antara kepentingan kantor dan keluarga.

Sejatinya, bagi alumnus Universitas Tarumana Negara ini, tak ada kesuksesan tanpa adanya dukungan keluarga. Meski telah meraih kesuksesan, kebiasaan pulang sebelum pukul 21.00 terus berlanjut hingga kini.

Buku bergaya story telling ini, juga memuat pandangan mitra bisnis melihat kiprah seorang Hengky Setiawan. Seperti Direktur Sales Telkomsel Ma’sud Khamid, yang menilai Hengky seorang pebisnis yang memiliki intuisi yang tajam dan perhitungan yang cermat.

Di mata Ma’sud, Hengky adalah risk taker sejati, buah dari kemampuannya melihat sesuatu yang tak terlihat oleh orang lain. Diakui Mas’ud, itu menjadi salah satu faktor melejitnya posisi Telkomsel meninggalkan para pesaingnya.

Begitu pun dengan Shinloong Leong, mantan Direktur Pemasaran dan Niaga Telkomsel. Menurutnya Hengky adalah tipikal pebisnis yang mampu berdiri dengan kaki sendiri, bekerja dengan kedua tangannya sendiri, terbiasa bekerja keras, komitmen dengan janji dan target, menerima dan menjalankan tanggung jawab, serta tidak bisa menerima alasan apa pun untuk gagal. Dengan berbagai prinsipnya itu, Hengky mampu membawa perusahaanya jauh di atas pencapaian para distributor Telkomsel lainnya.

Mantan Dirut XLAxiata Axiata Hasnul Suhaimi juga punya pandangan serupa. Menurutnya, Hengky adalah tipikal pebisnis yang pandai menyusun  strategi, mampu mengambil keputusan pada waktu yang tepat, dan melaksanakanya dengan sepenuh hati.

Hal lain yang membuat Hasnul angkat topi adalah, Hengky tak pernah ragu untuk berinvestasi dengan membangun kios sekalipun itu terbilang beresiko dan mahal. Tapi keuletannya menepis keraguan itu. Hengky, sekalipun masih tergolong muda, namun punya nyali besar.  Dengan keberhasilannya itu, wajar jika Hengky digolongkan sebagai entrepreneur sejati yang pantas diambil sebagai role model buat mereka yang ingin terjun ke dunia bisnis.

Latest