Tuesday, April 7, 2020
Home News Security Google Chrome Akan Beri Tanda Situs E-commerce Yang Tidak Aman

Google Chrome Akan Beri Tanda Situs E-commerce Yang Tidak Aman

-

Ilustrasi aturan pajak untuk e-commerce
Ilustrasi aturan pajak untuk e-commerce

Jakarta, Selular.ID – Semakin banyak belanja dilakukan secara online namun belum tentu menjamin keamanan data, lantaran masih banyak situs-situs e-commerce yang belum menggunakan enkripsi sebagai pengaman. Melihat kecenderungan itu, Google ingin membantu pelanggan belanja online dengan aman.

Versi berikutnya dari peramban besutan Google tersebut, bernama Chrome 56, bakal menyertakan peringatan baru terhadap situs-situs yang masih menggunakan protokol transfer data HTTP (bukan HTTPS yang terenkripsi), terutama situs e-commerce yang kini tengah bertebaran.

Saat Anda berada di situs yang meminta info password atau kartu kredit namun tidak menggunakan HTTPS, maka akan muncul peringatan berbunyi “tidak aman” disertai simbol segitiga berwarna merah di jendela di samping kolom alamat website. Penggunaan simbol segitiga berwarna merah ini terlihat mencolok supaya lebih terlihat oleh pengguna.

Google merasa selama ini kesadaran pengguna internet terhadap keamanan data masih rendah. Bahkan, pengguna seringkali tidak memperhatikan icon ‘secure’ sebagai peringatan. Perusahaan melabeli situs HTTP dengan lebih jelas dan akurat sebagai tidak aman, secara bertahap, dan berdasarkan kriteria yang makin diperketat.

Dibandingkan HTTP, format HTTPS memang lebih aman karena ketika Anda sedang menggunakan atau bertransaksi di internet maka data-data yang dikirim atau diterima dari server akan di enkripsi terlebih dahulu sehingga memungkinkan data-data pribadi Anda akan sulit dibaca oleh sadapan dari para hacker jahat yang ingin mencuri data-data pribadi.

Pengguna memang tidak akan diblokir saat mengakses situs tidak aman tersebut. Mereka hanya sekedar diberitahu bahwa situs yang dikunjungi tidak menggunakan koneksi terenkripsi. Selanjutnya, terserah mereka.

Laman HTTP yang tidak terenkripsi sangat berbahaya apabila digunakan sebagai sarana login ke suatu layanan online. Informasi login rentan dicegat oleh hacker selagi ditransfer dari komputer pengguna ke server.

Fitur ini sudah bisa digunakan sejak bulan Januari ini.

TERBARU

Demi Turunkan Harga Z Flip, Samsung Siap Produksi Layar...

Jakarta, Selular.ID - Samsung dikabarkan berencana untuk memproduksi kaca layar lipat miliknya sendiri. Langkah...

iPhone 12 Pro Akan Hadir dengan Dukungan Teknologi Lidar

Jakarta, Selular.ID - Apple sedang bersiap menghadirkan iPhone 12 flagship tahun ini. Bocoran mengungkapkan...

Layanan Broadband Telkomsel Naik 16% Selama Pandemi Covid-19

Jakarta, Selular.ID - Sejak masyarakat dan pelaku industri mulai menjalankan himbauan dari Pemerintah RI...

Latest