Selular.ID -

Google Rombak Android Auto dengan Gemini dan Tampilan Baru

BACA JUGA

Selular.ID – Google mengumumkan pembaruan besar untuk Android Auto dengan menghadirkan integrasi kecerdasan buatan Gemini, tampilan antarmuka baru, serta peningkatan visual navigasi berbasis Google Maps.

Pembaruan ini diperkenalkan menjelang gelaran Android Show dan Google I/O 2026 sebagai bagian dari strategi Google memperkuat pengalaman berkendara berbasis perangkat lunak di mobil modern.

Google menyebut Android Auto kini dirancang lebih fleksibel untuk berbagai bentuk layar kendaraan, termasuk panel melengkung, layar bulat, hingga desain trapezoid yang mulai banyak digunakan produsen otomotif.

Sistem antarmuka terbaru memungkinkan tampilan aplikasi memenuhi seluruh area layar tanpa menyisakan border hitam seperti generasi sebelumnya.

Pembaruan tersebut menjadi salah satu perubahan terbesar Android Auto dalam beberapa tahun terakhir.

Google juga membawa pendekatan desain Material 3 Expressive yang sebelumnya hadir di Android generasi terbaru ke dalam dashboard kendaraan.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Pendekatan ini menghadirkan animasi yang lebih halus, tipografi baru, wallpaper personalisasi, serta tata letak yang lebih adaptif untuk berbagai ukuran layar infotainment.

 

Selain perubahan visual, Google memperkuat integrasi AI melalui sistem Gemini yang kini tertanam lebih dalam di Android Auto.

Gemini dirancang untuk memahami konteks perjalanan dan membantu pengguna menjalankan beberapa tugas sekaligus melalui perintah suara alami.

Dalam demonstrasi yang ditampilkan Google, Gemini dapat membaca pesan masuk terkait lokasi pertemuan, mencari alamat dari email atau kalender pengguna, lalu menawarkan balasan otomatis hanya melalui satu sentuhan.

AI tersebut juga dapat menjalankan perintah lintas aplikasi, termasuk memesan makanan saat pengguna sedang berkendara menuju rumah.

Pada kendaraan yang sudah menggunakan sistem Google built-in secara native, integrasi Gemini disebut akan lebih mendalam.

AI dapat mengakses data kendaraan untuk menjawab pertanyaan spesifik, seperti kapasitas bagasi atau informasi terkait fitur mobil tertentu.

Pendekatan ini menunjukkan arah pengembangan industri otomotif yang semakin bergantung pada integrasi software dan kecerdasan buatan dalam pengalaman berkendara sehari-hari.

 

Google juga memperbarui pengalaman navigasi melalui fitur “Immersive Navigation” di Google Maps. Sistem ini menampilkan visual tiga dimensi dengan detail bangunan, jalur jalan, overpass, medan, lampu lalu lintas, hingga penanda lajur secara real time.

Teknologi tersebut dirancang untuk membantu pengemudi memahami kondisi jalan dengan lebih intuitif, terutama pada persimpangan kompleks atau jalur tol bertingkat.

Di sisi hiburan, Android Auto kini mendukung pemutaran video YouTube dalam resolusi Full HD hingga 60fps saat kendaraan berhenti atau sedang mengisi daya.

Saat mobil mulai berjalan, sistem secara otomatis mengubah konten video menjadi audio-only demi menjaga keselamatan berkendara.

Google juga menambahkan dukungan Dolby Atmos untuk menghadirkan pengalaman audio spasial di kendaraan yang kompatibel.

 

Sejumlah produsen otomotif seperti Ford, Hyundai, Kia, Mercedes-Benz, Volvo, hingga Renault disebut akan mulai menerima fitur-fitur baru tersebut secara bertahap pada 2026.

Spotify dan YouTube Music juga akan memperoleh pembaruan tampilan agar lebih selaras dengan desain dashboard terbaru Android Auto.

Google menyebut saat ini terdapat lebih dari 250 juta kendaraan kompatibel Android Auto di seluruh dunia, sementara lebih dari 100 model kendaraan dari 16 merek telah menggunakan sistem Google built-in.

Angka tersebut memperlihatkan bagaimana platform infotainment kini menjadi salah satu area persaingan utama antara perusahaan teknologi dan industri otomotif global.

Pembaruan Android Auto ini juga memperlihatkan semakin tipisnya batas antara sistem infotainment kendaraan dan ekosistem digital di smartphone.

Integrasi AI, layanan cloud, navigasi real time, hingga hiburan multimedia kini menjadi bagian penting dalam pengembangan kendaraan modern, terutama di segmen mobil listrik dan kendaraan terhubung atau connected car.

Baca Juga: Pemilik EV Kini Bisa Prediksi Kebutuhan Daya Saat Perjalanan dengan Android Auto

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU