Tuesday, October 27, 2020
Home News Brand Ponsel Cina Memborbadir Pasar Indonesia (Catatan Akhir Tahun 2016)

Brand Ponsel Cina Memborbadir Pasar Indonesia (Catatan Akhir Tahun 2016)

-

flagship-smartphones

Jakarta, Selular.ID – Besarnya ceruk pasar smartphone di Indonesia menjadi daya tarik tersendiri bagi para vendor ponsel dunia. Bisa dikatakan, Indonesia adalah surga bagi para produsen asing. Eropa, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, bahkan kini Cina terus membombardir produk-produk teranyarnya.

Serbuan ponsel asal Cina menjadi fenomena di industri smartphone Indonesia. Tak hanya di Indonesia, tren ponsel buatan Cina bahkan sudah meraja di negara asalnya.

International Data Corporation (IDC) mengungkapkan, pangsa pasar merek smartphone asal Cina semakin meluas, yakni sebesar 23 persen di kuartal pertama 2016, dibandingkan 21 persen pada kuartal sebelumnya dan 12 persen pada tahun lalu. Pangsa pasar produk asal Cina ini lebih besar dibandingkan produk lokal di Indonesia. Sejumlah pemain yakni Oppo, Vivo, dan Xiaomi semakin diminati masyarakat.

Sementara, jika 10 tahun lalu orang beranggapan bahwa produk Cina kurang berkualitas, hasil tiruan alias menjiplak, tetapi kini perlahan mulai mengikis. Terbukti, ponsel cerdas keluaran Cina nyaris menyamai produk-produk unggulan Eropa lainnya.

Pergeseran pemahaman orang yang lebih mementingkan spesifikasi daripada brand nampaknya kini sudah mulai terlihat. Harga murah (segmen low end), ditopang fitur dan model yang up-to-date, tampaknya merupakan daya tarik ponsel Cina sehingga membuat orang kepincut.

Menurut IDC, Oppo masih menjadi produsen asal Cina terbesar di Indonesia. Insentif yang menarik bagi pengecer, dibarengi dengan kampanye pemasaran yang massif untuk memperkenalkan produk baru, seperti seri Oppo F1s, cukup menggiurkan bagi masyarakat. Tak tanggung-tanggung untuk memperkenalkan produk ini, Oppo menggandeng public figure, yakni penyanyi Raisa sebagai brand ambassador. Hasilnya terbilang memuaskan. Oppo kini menjadi penantang terkuat Samsung. Oppo telah mengirimkan 14,3 juta handset di Q1 2016 mengalami peningkatan 153,2 persen lebih tinggi dari kuartal tahun lalu.

Selanjutnya di belakang Oppo, ada Vivo. Vivo mengadu peruntungannya di Tanah Air dengan merilis smartphone kamera seri V5. Dengan berbagai smartphone yang tangguh di sektor kamera, Vivo pun punya target cukup ambisius di pasar Tanah Air. Pabrikan asal Tiongkok ini, memasang target menjadi tiga besar brand terlaris di negeri ini. Kenny Chandra, Product Manager Vivo Indonesia, menuturkan, agar misi tersebut tercapai, pihaknya sudah punya strategi khusus. Fokus sebagai vendor ponsel “Camera and Music”, adalah salah satu taktik yang saat ini diterapkan oleh Vivo.

“Kami memang ingin fokus di kamera dan musik. Ini sesuai dengan concern anak muda dan masyarakat modern. Khusus untuk menu imaging, Vivo yakin pasar Indonesia sangat cocok dengan produk yang mengedepankan kamera, utamanya untuk kebutuhan selfie.,” imbuhnya. Terkait dengan posisi Vivo di Indonesia, Kenny mengklaim jika Vivo saat ini berada di 5 besar brand ponsel terlaris di Indonesia.

Sementara itu, produsen ponsel asal Tiongkok yang juga meramaikan pasar ponsel dalam negeri adalah Infinix. Brand yang baru bergabung bulan Juni 2015 tersebut baru merilis smartphone flagship di bulan Desember ini, yaitu Zero 4 dan Zero 4 Plus. Seperti Oppo dan Vivo, kedua perangkat itu dipersenjatai oleh fitur kamera yang mumpuni dari sisi teknologi.

Di tahun depan, perusahaan mengaku telah menyiapkan sejumlah aksi ekspansi agar produknya bisa diterima secara luas. Melalui seri terbaru Zero 4 dan Zero 4 Plus, perusahaan akan menggeber penjualan melalui jalur online serta offline. Infinix bakal mendistribusikan produk ke kota-kota di Indonesia karena melihat permintaan pasar.

Pemain di arena smartphone Indonesia yang tak kalah tenar tentu adalah Xiaomi. Xiaomi hadir dengan kualitas yang baik dan dengan range harga yang murah. Hal itulah yang menjadi daya tarik dari Xiaomi. Namun sebagaimana diketahui setelah sempat melambung pada tahun 2014, di tahun 2016 ini pangsa pasar Xiaomi terus turun.

Lanjut lagi, salah satu produsen smartphone Cina yang juga bersinar adalah Huawei. Vendor ini mempunyai catatan pengiriman smartphone sebanyak 31 juta unit di kuartal kedua tahun ini. Menurut para analis teknologi, Huawei memiliki awal yang bagus di tahun 2016 ini dan juga telah mendominasi pasar smartphone Cina sehingga meningkatkan performa Huawei di pasar smartphone global.

Selain sederet brand asal Tiongkok yang disebutkan di atas, nyatanya masih banyak lagi merek ponsel yang masih beredar di pasaran Indonesia. Mereka adalah Lenovo, Asus, Acer, Coolpad, ZTE, HTC, HiMax, Meizu, Alcatel, Hisense, Haier, dan lain-lain.

Bahkan, isu yang tengah beredar, ada juga pemain asal Beijing yang berencana datang ke Indonesia dan ikut dalam pusaran kompetisi. Ia adalah LeEco. LeEco percaya diri karena bisa menorehkan fenomena penjualan di kampung halamannya tersebut. Yang jelas, jika LeEco ingin masuk ke pasar Indonesia dengan produk telepon pintarnya, LeEco mesti memenuhi aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).

Latest