Sunday, July 21, 2019
Home News Soal Tarif Interkoneksi, CEO Indosat: Kita Bukan Perang Angka, Tapi Perang Simbol

Soal Tarif Interkoneksi, CEO Indosat: Kita Bukan Perang Angka, Tapi Perang Simbol

-

Indosat-Alexander rusliJakarta, Selular.ID – Hari ini (2/11/2016) merupakan hari yang ditunggu-tunggu, khususnya bagi pihak operator selular. Pasalnya, berdasarkan selentingan kabar, tarif baru interkoneksi disebut-serbut akan ditetapkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI.

Terkait isu yang beredar tersebut, ketika ditanya mengenai kemungkinan akan diumumkannya tarif interkoneksi baru, Indosat Ooredoo menyatakan bahwa pihaknya belum mendapat pemberitahuan soal itu.

Alexander Rusli, President Director & CEO Indosat Ooredoo, mengakui bahwa sekitar dua minggu lalu, semua operator dipanggil lagi oleh Kominfo, dengan maksud untuk ditanyakan kembali posisinya masing-masing.

Alex, secara tegas menyampaikan bahwa posisi Indosat Ooredoo (soal interkoneksi) sama seperti sebelumnya. “Tinggal dalam mekanisme yang sama jika tidak ada kesepekatan, ya sudah pemerintah mengambil keputusan, tetapi kita tidak tahu bagaimana keputusannya,” tandas Alex.

Meski belum mendapat kepastian, Indosat Ooredoo optimis bahwa akan ada perubahaan soal tarif interkoneksi, meskipun hal itu tidak akan berdampak banyak terhadap angka.

“Tapi yang akan saya ingatkan kembali, ini tidak akan berdampak banyak terhadap angka, baik di operator besar maupun kecil, ini simbol kompetisi sebenarnya yang namanya interkoneksi,” kata Alex.

Karena, lanjut Alex, semua tahu yang kita ributkan adalah interkoneksi voice, sementara yang pakai voice sudah sedikit.

“Ini adalah simbol di mana satu negara itu biasanya untuk mendorong kompetisi itu biasanya interkoneksi lebih rendah. Jadi, sekarang kita perang simbol sebenarnya, bukan perang angka real, karena yang pakai voice itu turun dan semakin lama akan semakin turun,” bebernya.

Mengacu dari kabar yang sudah mencuat sebelumnya, tarif baru yang akan sesuai dengan Surat Edaran (SE) tanggal 2 Agustus 2016 lalu, yaitu Rp204. Benarkah? Kita tunggu saja.

Latest