Grab Belum Akan Taruh Servernya di Indonesia

Jakarta, Selular.ID – Grab mencatat pertumbuhan layanan  yang luar biasa di Indonesia pada semester I-2016 untuk layanan GrabCar dan GrabBike.

Ridzki Kramadibrata Managing Director Grab Indonesia menjelaskan Layanan GrabBike di Tanah Air  tumbuh 300% (year to date), walaupun melakukan pengurangan subsidi untuk tiap perjalanan yang diselesaikan sebesar 50%. Hal ini menunjukkan tingginya keterlibatan dan keterlekatan pengguna pada platform multi Nolayanan Grab.

“Lebih dari 1 dari 4 pengguna aktif bulanan Grab di Indonesia menggunakan lebih dari satu layanan Grab,” ungkap Ridzki di sela -sela Virtus Showcase di Jakarta (16/08/16).

Dia juga menuturkan kalau layanan GrabCar dan GrabBike di Indonesia tumbuh lebih dari 250 kali sejak pertengahan 2015. Kini, layanan penyewaan mobil pribadi dan ojek online tersebut menjadi bagian terbesar dari bisnis Grab secara keseluruhan, yang juga meliputi pemesanan taksi dan layanan kurir.

Meskipun Indonesia menjadi penyumbang revenue dalam bisnis Grab, namun Grab belum memiliki server di Indonesia, server Grab untuk melayani sekitar 600 juta penggunanya  di Singapura, Indonesia, Filipina, Malaysia, Thailand, dan Vietnam, masih menggunakan server di 3 nergara yakni Singapura,  Thailand dan Filipina.

“Ya server Grab memang belum ada di Indonesia, namun bukan berarti kami tidak mematuhi aturan yang sudah di tetapkan pemerintah, bisnis kami teeang-terangan dan kami memiliki kantor perwakilan, ini hanya masalah teknologi saja,” ujar Ridzki.

Menurutnya 3 server Grab selain diandalkan untuk database juga untuk menjaga data dan memberikan layanan bagi pengguna Grab. Namun Ridzki tidak bisa memastikan apakah kedepannya Grab akan memiliki atau menaruh server di Indonesia. Karena menurutnya itu bukan kapasitasnya dan terlalu komplek membicarakan soal server di Indonesia.

Yang terpenting saat ini menurut Ridzki adalah Grab mampu memberikan layanan terbaik bagi penggunanya di tengah kehadiran layanan sejenis.