Friday, September 20, 2019
Home Fokus Singapura dan Hongkong Jadi Sumber iPhone Ilegal

Singapura dan Hongkong Jadi Sumber iPhone Ilegal

-

iphone-6s-plus-vs-6sJakarta, Selular.ID – Bagi sebagian masyarakat Indonesia, memiliki iPhone dianggap sebagai kelas tersendiri. Itu sebabnya, penjualan iPhone di sini tak pernah surut. Aturan TKDN 30% untuk smartphone 4G, boleh jadi membuat vendor lain tak lagi leluasa memasuki pasar domestik. Namun hal itu, sepertinya tak berlaku buat ponsel pintar buatan Apple ini. Faktanya, perdagangan iPhone tetap marak. Terutama iPhone illegal alias BM (black market) yang justru semakin menggila.

Laporan lembaga riset pemasaran GFK, menunjukkan  sepanjang semester kedua 2015, iPhone yang sudah diserap oleh konsumen Indonesia mencapai 497.725 unit. Namun tidak semua produk yang dijual bersifat resmi, terutama untuk seri iPhone 6S dan iPhone 6S+ karena per September 2015, keduanya sudah terganjal aturan TKDN. Alhasil, dapat dipastikan produk iPhone pasca September 2015 yang beredar di pasar adalah illegal.

GFK menyebutkan, aturan TKDN membuat distributor resmi iPhone, yakni TAM dan TRIO, tak bisa bergerak leluasa seperti dulu. Kondisi ini memicu maraknya distributor tak resmi. Mereka diketahui  menyelundupkan iPhone dari dua negara, yakni Singapura dan Hong Kong.

Sebelumnya Polda Metro Jaya mengamankan dua truk bermuatan handphone ilegal di pintu keluar tol Slipi Jaya Jalan S Parma, Jakarta Barat (7/6). Saat ditangkap, pengemudi dua truk tak bisa menunjukkan kelengkapan dokumen barang muatannya.

Kasat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol Gatot Haribowo mengatakan, handphone berbagai merek yang diangkut truk bak tertutup jenis Mitsubisi dengan nopol B 9798 IL dan Izuzu nopol 9064 BZ tersebut berjumlah sekitar 10.000 unit.

“Perinciannya, truk nopol B 9064 BZ memuat 5.000 handphone, terdiri dari handphone Xiaomi Mi 4i 16GB seberat 1 ton, iPhone 5 seberat 1 ton, HP Xiaomi Redmi 2 Pro sekitar 1 ton dan 1 kardus iPhone 6S,” kata Gatot Haribowo, Selasa (7/6/2016).

Sedangkan truk nopol B 9798 IL, lanjut Gatot, berisi 5.000 handphone yang terdiri dari iPhone 5s seberat 1 ton, handphone Xiaomi Mi3 sekitar 1 ton dan 1 Valet Sporster Titan FXS dengan perkiraan berat 1 ton.

Dalam penangkapan itu, polisi juga mengamankan tiga tersangka, yaitu Nuryasin (sopir Mitsubisi), Ali Priyanto (sopir Izuzu) dan Parmuji (kenek). “Aksi penyelundupan handphone impor dari Singapura itu sudah berlangsung selama enam bulan,” ujarnya.

Garot Haribowo menuturkan, sindikat ini sengaja masuk dari Bandara Halim Perdanakusuma karena tidak ada petugas Bea dan Cukai. Padahal seharusnya semua produk impor melalui udara harus masuk melalui bandara internasional. Akibatnya, dalam enam bulan potensi kerugian negara diperkirakan sekitar Rp15 miliar.

Latest