Smartphone Telco Outlook

Dampak Kebijakan IMEI, Brand Smartphone Sudah Mendulang Untung

Jakarta, Selular.ID – Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Informatika Kementerian Kominfo, Ismail menjelaskan persoalan kapasitas mesin Centralized Equipment Identity Register (CEIR) sudah berdampak positif bagi industri ponsel di Indonesia, seiring dengan banyaknya ponsel illegal yang tereleminasi dari kebijakan ini.

Alhamdulillah sudah berjalan dengan baik, kemarin kapasitas tahap awal kita memprediksi siapkan 1,2 miliar untuk menampung seluruh perangkat yang sudah terkoneksi sebelumnya, karena kita menggunakan skema whitelist. Jadi tidak ada perangkat-perangkat yang lama terblokir, kita jaga betul-betul dan sudah berjalan dengan baik,” tutur Ismail, dalam forum Selular Digital Telco Outlook 2021, yang mengangkat pembahasan ‘Setelah IMEI, What’s Next?, Rabu (16/12).

Baca juga: Implikasi Akibat Terjadi Pergeseran Aktivitas di Ruang Digital

Jadi persoalan kapasitas, hanya persoalan teknis yang menurut Ismail mudah untuk diselesaikan tinggal melalui penambahan kapasitas CEIR jika kurang.

“Saya kira itu tidak ada masalah karena itu hanya masalah teknis sederhana lah. Itu tinggal menambah kapasitasnya, dan sudah ada komitmennya juga untuk kita tambahkan segera, sehingga mudah-mudahan tidak ada masalah secara teknis jadi pelaksanaannya berjalan baik. Dan yang paling penting tanda-tanda keberhasilan itu telah kita lihat sekarang, dari jumlah produksi masing-masing brand smartphone mengalami peningkatan permintaan yang luar biasa,” sambung Ismail.

Baca juga :  Infinix Gandeng Royal Observatory Greenwich dalam Peluncuran Zero X Pro

Sebagai catatan, produksi yang meningkat itu diambil dari  jatah perangkat black market (BM), baik itu untuk perangkat produksi di dalam negeri maupun impor. Menurut perhitungan Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) pada tahun 2019, jumlah smartphone ilegal di Indonesia mencapai 20 persen dari total smartphone yang mencapai 45 juta unit. Artinya, ada sekitar 9 juta unit smartphone ilegal yang beredar saat ini.

Baca juga: Kominfo Akan Fokus Bangun Jaringan 4G Tahun Depan

“Jadi kebijakan ini sudah cukup berhasil, tentu kita tidak berpuas diri. Kita kawal sama-sama agar tahun depan dan seterusnya sistem ini dapat terus berjalan dengan baik,” tuturnya.

Mendulang Untung

Sementara itu, Edy Kusuma, Senior Brand Director Vivo Indonesia yang hadir dalam forum ini juga merasakan dampak positif dari kebijakan IMEI tersebut. Menurutnya, regulasi IMEI tingkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menghindari produk handphone, komputer genggam, dan komputer tablet (HKT) illegal.

Baca juga :  Tecno Siapkan Dua Perangkat Baru, Camon 18 Premier dan Spark 8P

Baca juga: Investasi Infrastruktur Di Daerah, Bukan Sekedar Cari Untung?

Dan ketika dikonfirmasi soal kenaikan jumlah produksi, berkat dampak kebijakan IMEI ini, Edy menceritakan jika Vivo mengalami peningkatan permintaan, bahkan sampai menambah kapasitas produksinya.

“Bagi kami sebagai pelaku usaha, kebijakan ini sangat baik sekali. Sekarang kedepan kita menargetkan bagaimana kita dapat mecapai produksi 1 juta unit per-bulan, ini yang sedang kita kejar tahun depan, terlebih dengan adanya regulasi ini ini juga akan berdampak positif, kita bisa menambah karyawan dari SDM lokal dan juga pajak yang diberikan untuk pemerintah melalui ekspansi bisnis dan pabrik itu juga sangat-sangat akan dikejar di tahun depan,” tutup Edy.

About the author

Imantoko Kurniadi