Thursday, April 25, 2019
Home News Enterprise Lunasi Utang, XL Tawarkan Saham Terbatas Jilid 2

Lunasi Utang, XL Tawarkan Saham Terbatas Jilid 2

-

RUPS_2Jakarta, Selular.ID – Sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Luar Biasa (RUPST/LB) bulan Maret silam, XL akhirnya menambah modal perusahaan melalui mekanisme Penawaran Umum Terbatas (PUT) II berdasarkan Peraturan OJK No. 32/POJK.04/2015 dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Awal pekan ini, operator XL mengumumkan suksesnya PUT II senilai USD500 juta yang didukung penuh oleh pemegang saham dan diminati oleh investor yang terlihat dari kelebihan pemesanan (oversubscription) saham tambahan yang diajukan sebelum penjatahan terakhir.

Dana bersih yang diperoleh dari PUT II ini akan digunakan untuk pembayaran kembali atas seluruh hutang kepada pemegang saham senilai USD500 juta yang diberikan Axiata Group Berhad.

Setelah dilaksanakannya PUT II dan pembayaran kembali atas seluruh hutang kepada pemegang saham senilai USD500 juta, XL akan melakukan lindung nilai atas seluruh sisa hutang XL dalam denominasi dolar Amerika Serikat sampai dengan tanggal jatuh tempo.

Pelunasan hutang tersebut akan mengurangi rasio hutang terhadap ekuitas XL dari 1,8x pada tanggal 31 Maret 2016 menjadi 0,9x, berdasarkan laporan proforma setelah penawaran umum terbatas II.

Atas kesuksesan penawaran umum terbatas II ini, Presiden Direktur dan CEO XL, Dian Siswarini mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemegang saham atas dukungan yang kuat terhadap penawaran umum terbatas II ini dan agenda transformasi XL. Inisiatif strategis ini, dikatakan Dian, sejalan dengan strategi balance sheet management, dimana XL senantiasa berupaya untuk memperkuat posisi keuangan dan meminimalisir eksposur valuta asing.

Sebelumnya, XL juga pernah melakukan mekanisme yang sama untuk melunasi hutang, saat kepemimpinan Hasnul Suhaimi pada Desember 2009 silam.

Subscribe to Selular Newsletter

Dapatkan berita menarik seputar harga smartphone terbaru dan informasi telekomunikasi Indonesia.

Latest