Sunday, August 18, 2019
Home News Enterprise Apa Saja Keuntungan Perusahaan Jika Adopsi TI yang Future-Ready?

Apa Saja Keuntungan Perusahaan Jika Adopsi TI yang Future-Ready?

-

dell-IDCJakarta, Selular.ID – Riset terbaru menyebutkan hubungan yang kuat antara inovasi TI dan pencapaian bisnis untuk berbagai organisasi di kawasan Asia Pasifik. Dell mengumumkan hasil penelitian di wilayah itu dari riset global IDC.

Riset tersebut melibatkan 2500 responden dari 11 negara termasuk Jepang, RRC, India, Australia dan Selandia Baru tersebut menyoroti delapan peningkatan bisnis yang terukur sebagai hasil dari adopsi TI yang future-ready, yang diukur dalam periode tiga tahun mulai tahun 2012 hingga 2015.

Berdasarkan peringkatnya, IDC menggolongkan 16 persen dari semua perusahaan ke dalam golongan Current Focused; 32 persen ke dalam golongan Future Aware; sepertiga ke dalam golongan Future Focused; dan 18 persen ke dalam golongan Future Creators.

Golongan Future Creators adalah kategori golongan perusahaan yang paling siap menghadapi masa depan dengan platform dan kapasitas data yang tanggap terhadap perubahan, sementara golongan Current Focused didefinisikan sebagai organisasi yang masih berfokus pada sistem TI tradisional atau masih kategori pemula.

Catherine Lian, Managing Director, Dell Indonesia, menyatakan bahwa penelitian Future Ready Enterprise Index ini menunjukkan bahwa sebagian besar organisasi yang future-ready telah berhasil mengedepankan kecepatan, skalabilitas, dan inovasi dalam bisnis mereka melalui adopsi solusi-solusi infrastruktur terkonvergensi, komputasi awan, dan Big Data and Analytics (BDA).

Dengan memetakan empat tahap yang berbeda dalam proses menuju future-ready, hasil riset menunjukkan bahwa golongan ‘Future Creator’ di Asia Pasifik memiliki keunggulan kompetitif mutlak, sementara golongan ‘Current Focused’ cenderung kurang kompetitif.

Ada pun organisasi-organisasi paling future-ready di kawasan Asia-Pasifik dan Jepang (APJ) menyebutkan beberapa keuntungan sebagai berikut:

•    Peningkatan lebih dari 50 persen pada nilai kepuasan atau kemampuan mempertahankan pelanggan serta nilai pertumbuhan berdasarkan produk baru
•    Peningkatan lebih dari 40 persen pada pemasukan atau penjualan/ pemesananan, pengiriman barang serta kemampuan akuisisi konsumen
•    Peningkatan produktivitas karyawan  sebesar 39%

“Perusahaan-perusahaan yang memperhitungkan posisi mereka dalam proses penerapan teknologi dan mengadaptasikan praktik yang sesuai dengan konteks usaha mereka akan memperoleh hasil yang menguntungkan dari investasi mereka di bidang teknologi,” ujar Catherine.

Latest