spot_img
BerandaNewsTren Fintech, Investor Mulai Lirik Indonesia

Tren Fintech, Investor Mulai Lirik Indonesia

-

Fintech-Basics

Jakarta, Selular.ID – Teknologi keuangan atau yang biasa disingkat fintech, telah melesat di Asia, termasuk Indonesia.

Asia Pasifik sekarang merupakan kawasan investasi fintech kedua di dunia setelah Amerika Utara, yang memberikan 19 persen aktifitas pendanaan global. Ini meningkat dari hanya 6 persen di tahun 2010, sebagaimana dilansir oleh laporan Accenture: Fintech and the Evolving Landscape.

Dalam 3 bulan pertama di tahun 2016, investasi di Asia-Pasifik meningkat 517 persen dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu, yaitu dari USD445 juta menjadi USD2,7 milyar. Bahkan, perusahaan-perusahaan fintech di Asia-Pasifik menerima lebih dari 50 persen investasi pada kuartal pertama ini.

Di Indonesia sebagai contoh, Jojonomic, yang merupakan solusi penggantian biaya non-kertas (paperless) untuk menghapuskan menyimpan dan me-rekap tanda terima secara manual telah mendapatkan pendanaan Maret lalu.

Dan Xfers dari Singapore mengumumkan di bulan Januari bahwa mereka telah memperoleh USD2 juta pendanaan awal untuk masuk pasar Indonesia. Xfers menyatakan bahwa mereka menyederhanakan transfer bank daring dengan memberikan link kepada penjual untuk proses pembayaran satu klik yang secara otomatis memberikan kepada pembeli informasi bank dan menelusuri proses pembayaran.

“Proporsi tingkat kompetisi usaha fintech di Eropa dan Asia jauh lebih tinggi daripada di Amerika Utara, yang sebagian besar mencerminkan tahap awal kematangan pasar fintech,” ungkap Julian Skan, managing director di Accenture’s Financial Services group.

Keadaan yang disebut juga sebagai ‘Revolusi Industri ke-empat’ merupakan fenomena global yang membawa inovasi baru serta perusahaan digital yang bersaing dengan jasa keuangan tradisional.

Artikel Terbaru