spot_img
BerandaNewsDua Kekuarangan yang Dapat Diisi Industri Fintech

Dua Kekuarangan yang Dapat Diisi Industri Fintech

-

image

Jakarta, Selular.ID – Lembaga konsultan, managemen Internasional Oliver Wyman dan Modalku meluncurkan artikel dengan judul time for marketplace lending, addressing Indonesia’s missing middle. Dalam laporan tersebut dijabarkan berlimpahnya peluang untuk usaha di bidang Fintech terutama marketplace lendrlers, guna mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar US$130 miliar, dengan mengisi kekosongan dana sebesar US$54 miliar bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Laporan tersebut menunjukan dua kekurangan Indonesia yang dapat diperbaiki, dengan kosongnya dana untuk missing midle sebesar US$54 miliar (proyeksi 2020), dan aset tak bergerak US$210 (proyeksi 2020). “Ini merupakan kesempatan pasar yang cukup besar,”ujar Jason Ekberg Ketua Oliver Wyman

Jason menuturkan Indonesia memiliki 57 juta UMKM, namun hanya 1% dari usaha tersebut yang berkembang menjadi UKM dengan daya saing yang cukup baik. Bahwa Indonesia memiliki kesempatan dalam menggunakan Fintech untuk mengisi kekosongan dana, mempengaruhi ekonomi dan memberi kesempatan cukup baik bagi jutaan orang di Indonesia.

“Fintech adalah sarana baru yang dapat digunakan pemerintah dan regulator guna mempercepat upaya mencapai inklusi keuangan,” ujar Jason

Jason menyebutkan, seperti pasar lainnya yang berkembang seperti Cina yang industri Fintechnya selangkah lebih maju dan tumbuh pesat.  Jason pun mengatakan Indonesia bisa seperti Cina asalkan perlu kordinasi yang baik antara sektor swasta dan publik, juga kepastian dukungan dan regulator untuk memupuk pertumbuhan industri Fintech.

Jason berharap aturan yang nanti dibuat tidak terlalu kaku dan mengikat supaya industri benar-benar tumbuh secara natural, dan bagi pelaku industri Fintech benar-benar menjamin keamanan dan mentaati peraturan yang sudah dibuat.

Artikel Terbaru