Beranda Apps Tarif GrabBike Ngawur?

Tarif GrabBike Ngawur?

-

GrabBike-DriverJakarta, Selular.ID – Di saat pengguna baru bisa menikmati layanan cuma-cuma, pengguna lawas mendapatkan kalkulasi ongkos ngawur? Itulah laporan sebagian pengguna layanan angkut penumpang dengan roda dua, GrabBike.

Satu pekan lalu Grab menggelar promo menarik bagi pengguna baru. Khusus layanan GrabBike, aplikasi tidak akan mengenakan biaya perjalanan dengan mencantumkan kode promo tertentu. Sementara pelanggan lama, tetap bisa menikmati tarif promosi Rp1.500 per Kilometer, dengan ongkos minimal Rp10.000. Namun ternyata pengguna lama mempunyai laporan berbeda.

Sebagian pengguna melaporkan bahwa aplikasi GrabBike asal-asalan dalam menghitung ongkos perjalanan. “Biar tau aja, tarif GrabBike sekarang ngawur. Dari dan tujuan yang sama beda harga. Itu mulai per maret. Di komplain ke CS GrabBike tes tarif, tarif dia sama gw aja untuk dari dan tujuan yang sama beda. Tarif per kilonya memang diumumkan dan dikunci, tapi jarak tempuh hanya GrabBike dan Tuhan yang tahu. Costumer cuman bisa pasrah liat harga yang harus dibayar di layar HP. Kata CS GrabBike sedang perbaikan dan pengembangan dan disarankan kalau keberatan tidak/jangan dulu memakai jasa GrabBike. Lucu..” tulis pembaca Selular.ID bernama Senz Coins pada 10 Maret 2016.

Bagi pengguna yang pernah menggunakan layanan GrabBike, apa yang diutarakan pembaca Selular.ID tersebut memang bisa dipahami. Di dalam aplikasi, tidak tercantum jarak tempuh, hanya tertera biaya perjalanan (Android dan iOS). Hal ini berbeda dengan layanan Go-Ride dari Go-Jek, yang mencantumkan jarak tempuh sekaligus ongkos perjalanan.

Senada dengan Senz Coins, pembaca Selular.ID lainnya menulis, “Barusan saya cek tarif pake Go-ride Go-Jek dari rumah ke Alam Sutera Serpong sekitar 15km jadi kena harga 15 ribu. Lalu saya cek tarif GrabBike dari rumah ke AlSut 9km kena harga 28 ribu. Gak logis 9km karena setau saya memang jaraknya lebih dari 12km, dan kalau pun 9km kena tarifnya 28 ribu? Aneh makanya saya lebih suka pakai Go-Ride Go-Jek,” tulis bernama Juita 12 Maret 2016.

Menanggapi hal itu, Kiki Rizki, Country Head of Marketing, Grab Indonesia, menekankan bahwa tarif yang tercantum di dalam aplikasi merupakan tarif tetap yang harus pengguna bayarkan untuk setiap layanan Grab.

Tanpa menampik laporan sebagian pengguna di atas, perempuan yang akrab disapa Kiki itu berujar “Kami telah mencatat masukan tersebut dan tengah berupaya untuk meningkatkan hal tersebut demi memberikan pengalaman berkendara yang terbaik bagi para pengguna kami,” ujarnya kepada Selular.ID (22/3/2016).

Kiki memaparkan bahwa  perbedaan biaya disebabkan oleh jarak yang digambarkan di peta aplikasi hanya ditujukan sebagai estimasi kasar dimana informasi lainnya seperti kondisi lalu lintas dan petunjuk jalan juga dimasukkan dalam perhitungan tarif.

Pada jam sibuk misalnya, pengguna akan dibebankan biaya tambahan sebesar Rp5.000, pada jam 06:00 – 09:00 WIB dan 16:00 – 19:00 WIB. Grab juga menyediakan petunjuk jalan seperti setiap belokan dan putaran yang  seharusnya dilalui dalam setiap perjalanan. Tapi untuk fitur ini, perusahaan tidak mengenakan biaya tambahan.

Jadi, biaya yang tertera di aplikasi merupakan ongkos jarak tempuh yang sebenarnya dalam keadaan normal.

Artikel Terbaru