Ini Fakta Ancaman Keamanan Cyber dan Tips Menghindarinya

imagesJakarta, Selular.ID – Tahukah Anda, bahwa tanggal 9 Februari adalah Safer Internet Day? Sehubungan Safer Internet Day yang akan segera datang, Symantec dan Norton mengingatkan akan pentingnya peran kita dalam menciptakan lingkungan internet yang lebih baik bagi diri kita dan orang tercinta melalui penggunaan teknologi digital yang aman, bertanggung jawab, dan positif.

Untuk itulah, Symantec dan Norton menawarkan fakta dan tips mengenai penggunaan teknologi online yang aman dan bertanggung jawab.

Berikut fakta terkait ancaman keamanan di dunia maya:

  • Perangkat Anda dapat disandera: menggunakan crypto ransomware, cybercriminals dapat menyandera file, foto, dan media digital korban dan meminta tebusan. Perangkat pintar dan wearables kita menyimpan banyak informasi pribadi yang dapat menciptakan peluang baru untuk serangan ransomware.
  • Memiliki email atau akun media yang dibajak dapat menyebabkan serangan lebih lanjut pada teman dan orang-orang tercinta. Cybercriminals menggunakan email atau akun media sosial curian dari korban untuk di spear-phist – dengan kata lain, untuk memancing korban mereka berikutnya. Karena kita cenderung mengklik sesuatu yang di-post oleh teman.
  • Banyak dari kita yang rentan secara online: 22% orang memberitahukan password email, media sosial, dan akun perbankan kepada orang lain. 1 dari 3 orang (globally) tidak menggunakan password untuk komputer ataupun smartphone mereka. Terlebih, perangkat yang kurang umum digunakan, seperti perangkat rumah yang terhubung, cenderung lebih tidak terlindungi. Dengan Internet of Things, banyak perangkat kita yang saling terhubung, sehingga pengamanan seluruh perangkat kita menjadi semakin penting.
  • Perilaku keamanan online kita mungkin mengorbankan keselamatan kita: meskipun terdapat kekhawatiran dan kesadaran akan kejahatan dunia maya, pengguna terlalu percaya diri terhadap perilaku keamanan online mereka. Ketika diminta untuk menilai perilaku keamanannya, mereka secara konsisten memberi nilai “A” pada diri sendiri. Tetapi pada kenyataannya, sebagian besar pengguna justru tidak melaksanakan hal paling mendasar dalam keamanan online: penggunaan password. Sementara orang masih terlalu percaya diri dengan pengetahuan keamanan online, kita justru harus khawatir. 80% orang merasa khawatir dengan resiko untuk menjadi korban kejahatan dunia maya.
  • Penjahat dunia maya menjadi lebih canggih: 5 dari 6 perusahaan besar telah menjadi target penyerangan pada tahun 2014 , sebuah peningkatan 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ada kasus di mana cybercriminals membuat sebuah email, yang mengaku berasal dari CEO perusahaan target, meminta penerima untuk melakukan transfer finansial dengan segera. Hal ini juga dikenal sebagai penipuan email bisnis, juga disebut sebagai “whaling” atau “penangkapan ikan paus” karena mereka melakukan penipuan email mengatasnamakan pegawai senior perusahaan .

Berikut tips perlindungan online:

  • Berhati-hati di media sosial: Jangan mengklik link dalam email mencurigakan atau pesan media sosial, terutama dari sumber yang tidak diketahui. Penipu tahu orang lebih cenderung mengklik link dari teman-teman mereka, sehingga mereka mencuri akun untuk mengirim link berbahaya ke kontak pemilik akun.
  • Ketahui apa yang Anda bagikan: Ketika memasang perangkat yang terhubung dengan jaringan, seperti router rumah atau termostat, atau mengunduh aplikasi baru, tinjaulah permintaan izin aplikasi atau perangkat tersebut untuk melihat data apa yang Anda berikan. Nonaktifkan akses jarak jauh bila tidak diperlukan.
  • Gunakan password yang aman: Hal ini paling ditekankan. Gunakan password yang aman dan unik untuk akun dan perangkat Anda, dan perbarui password  secara berkala–idealnya setiap tiga bulan. Jangan pernah menggunakan password yang sama untuk beberapa akun.
  • Biasakan diri dengan prosedur kantor yang tepat: Pertanyakan setiap email yang meminta tindakan yang tidak biasa atau tidak dengan prosedur yang lazim. Bahkan, jangan membalas email yang tampak mencurigakan. Dapatkan alamat pengirim dari buku alamat perusahaan dan tanyakan tentang pesan tersebut.